Skip to content
28/07/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya
  • Sosial Ekobis

Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya

Mandar News 28/07/2026 4 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
codeimg-648

Besaran cicilan yang ideal umumnya disesuaikan dengan kemampuan finansial agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Salah satu cara yang sering digunakan untuk mengukurnya adalah melalui Debt Service Ratio (DSR) atau rasio cicilan terhadap pendapatan. 

Dengan memahami debt service ratio adalah apa dan bagaimana cara menghitungnya, kamu dapat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak sebelum mengajukan pinjaman.

Mengelola cicilan dengan baik tidak hanya membantu menjaga arus kas tetap sehat, tetapi juga mengurangi risiko keterlambatan pembayaran di masa depan.

Debt Service Ratio Adalah Apa?

Debt Service Ratio adalah rasio yang menunjukkan perbandingan antara total kewajiban cicilan bulanan dengan pendapatan bulanan. Rasio ini sering digunakan oleh lembaga keuangan sebagai salah satu pertimbangan dalam menilai kemampuan membayar calon peminjam.

Semakin besar persentase DSR, semakin besar pula porsi penghasilan yang digunakan untuk membayar cicilan. Karena itu, penting untuk menjaga agar cicilan tetap sesuai dengan kemampuan keuangan.

Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Disarankan?

Tidak ada angka yang berlaku sama untuk semua orang maupun menjadi ketentuan baku. Namun, banyak perencana keuangan menyarankan agar total cicilan bulanan tidak mengambil porsi terlalu besar dari pendapatan sehingga masih tersedia dana untuk kebutuhan pokok, tabungan, dana darurat, dan tujuan keuangan lainnya.

Besaran yang sesuai dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada:

– Jumlah penghasilan

– Pengeluaran rutin

– Jumlah tanggungan keluarga

– Dana darurat yang dimiliki

– Tujuan keuangan jangka panjang

Karena itu, sebelum mengajukan pinjaman, lakukan evaluasi kondisi keuangan secara menyeluruh.

Rumus Debt Service Ratio

Untuk mengetahui kemampuan membayar cicilan, kamu dapat menggunakan rumus debt service ratio berikut:

Debt Service Ratio (DSR) = Total cicilan bulanan ÷ Pendapatan bulanan × 100%

Contoh Perhitungan

Misalnya:

Pendapatan bulanan: Rp8.000.000

Total cicilan bulanan: Rp2.000.000

Maka:

DSR = (Rp2.000.000 ÷ Rp8.000.000) × 100%

Hasilnya adalah 25%.

Artinya, sekitar 25% dari pendapatan bulanan digunakan untuk membayar cicilan, sedangkan sisanya masih dapat dialokasikan untuk kebutuhan hidup, tabungan, investasi, maupun pengeluaran lainnya.

Perhitungan ini hanya merupakan ilustrasi dan bukan penilaian kelayakan kredit.

Mengapa Menghitung DSR Itu Penting?

Menghitung DSR sebelum mengajukan pinjaman memberikan beberapa manfaat, antara lain:

– Membantu mengetahui kemampuan membayar cicilan

– Mengurangi risiko kesulitan keuangan

– Membantu menyusun anggaran bulanan

– Menjaga keseimbangan antara cicilan dan kebutuhan rumah tangga

– Mendukung perencanaan keuangan jangka panjang

Dengan mengetahui kondisi keuangan sejak awal, keputusan mengambil pinjaman dapat dilakukan secara lebih terencana.

Tips Agar Cicilan Tetap Sehat

Selain menghitung DSR, beberapa langkah berikut juga dapat membantu menjaga kondisi keuangan.

1. Hitung Seluruh Pengeluaran Bulanan

Pastikan seluruh kebutuhan rutin sudah diperhitungkan sebelum mengambil cicilan baru.

2. Sisihkan Dana Darurat

Dana darurat dapat membantu menghadapi kondisi yang tidak terduga tanpa mengganggu pembayaran cicilan.

3. Hindari Mengambil Banyak Pinjaman Sekaligus

Semakin banyak kewajiban cicilan, semakin besar pula beban keuangan setiap bulan.

4. Bayar Cicilan Tepat Waktu

Pembayaran sesuai jadwal membantu menghindari denda atau konsekuensi lain sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Evaluasi Kemampuan Membayar Secara Berkala

Jika pendapatan atau pengeluaran berubah, lakukan evaluasi kembali terhadap kondisi keuangan agar tetap seimbang.

Pinjaman Online dari Bank, Apa Bedanya?

Saat mencari pembiayaan, sebagian masyarakat mencari Pinjaman Online dari Bank karena disediakan oleh bank yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelum mengajukan pinjaman, pahami terlebih dahulu informasi mengenai manfaat, suku bunga, biaya, tenor, risiko, persyaratan, serta kemampuan membayar cicilan. Menggunakan pinjaman sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial dapat membantu menjaga kesehatan keuangan dalam jangka panjang.

Ajukan Neo Pinjam Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Finansial

Jika kamu membutuhkan tambahan dana untuk berbagai kebutuhan, Neo Pinjam di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.

Neo Pinjam menyediakan fasilitas Pinjaman Online dari bank dengan proses pengajuan yang dilakukan secara digital. Neo Pinjam punya limit sampai dengan Rp100 juta dan tenor hingga 24 bulan. 

Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan kamu telah memahami manfaat, suku bunga, biaya, tenor, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku. Sesuaikan jumlah pinjaman dan cicilan dengan kemampuan finansial agar pengelolaan keuangan tetap sehat.

***

Fitur, limit, tenor, bunga, biaya, dan ketentuan Neo Pinjam dapat berubah sesuai kebijakan Bank Neo Commerce. 

Pinjaman merupakan komitmen finansial. Pastikan jumlah pinjaman dan tenor yang dipilih sesuai dengan kemampuan membayar agar kewajiban dapat dipenuhi tepat waktu.

Jika ingin mencoba Neo Pinjam unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Pinjam di website resmi Bank Neo Commerce. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan
Next: 70 Kepsek di Majene akan Diberhentikan

Related Stories

codeimg-647
  • Sosial Ekobis

Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan

Mandar News 28/07/2026
codeimg-646
  • Sosial Ekobis

Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik

Mandar News 28/07/2026
codeimg-645
  • Sosial Ekobis

Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia

Mandar News 28/07/2026
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (57) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (46) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (40) majene (1383) Malunda (50) mamasa (449) mamuju (250) mandar (224) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (115) pemprov sulbar (63) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (270) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (58) Sosialisasi (50) sulawesi barat (91) sulbar (1394) TMMD (56) Unsulbar (66) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d