Mahasiswa sekolah tinggi ilmu kesehatan Bina Bangsa Majene lakukan edukasi dan pembagian masker dampak kabut asap akibat Karhutla.
Majene, mandarnews.com – Sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat dan langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap karhutla, puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bina Bangsa Majene (BBM) bersama pengurus kampus melakukan edukasi dan pembagian masker ke sekolah – sekolah yang ada di Kabupaten Majene, Jumat (16/10/26).
“Sebagai Ketua STIKES Bina Bangsa Majene, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh mahasiswa yang telah menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan pembagian masker dan aksi bersih-bersih sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menangani dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan,” ucap Ketua STIKes Bina Bangsa Majene, Yulianah Sulaiman.
Menurutnya kegiatan ini merupakan wujud nyata peran mahasiswa, khususnya mahasiswa kesehatan dalam mengedukasi masyarakat, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami meyakini bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Melalui aksi nyata ini, mahasiswa STIKES Bina Bangsa Majene diharapkan menjadi generasi yang responsif terhadap persoalan kesehatan masyarakat dan lingkungan, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang sehat dan berdaya,” tandas Ketua STIKes tersebut.
STIKES Bina Bangsa Majene mendukung gerakan mahasiswa yang peduli, bergerak, dan berdampak bagi masyarakat.
“Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan besar untuk menjaga kesehatan, melindungi lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong bangsa. Mahasiswa Bergerak, masyarakat sehat, lingkungan terawat,” harapnya. (Ptr/rls)
