Mahasiswa D3 Sanitasi Poltekkes Mamuju Kunjungi Ombudsman Sulbar.
Mamuju, mandarnews.com — Puluhan mahasiswa Program Studi D3 Sanitasi Poltekkes Kemenkes Mamuju melaksanakan kunjungan edukatif ke Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Barat pada Jumat (16/10/26).
Kunjungan lapangan ini digelar sebagai bagian dari metode pembelajaran praktis untuk mata kuliah Pendidikan Budaya Anti Korupsi (PBAK) guna memperkuat integritas mahasiswa sejak bangku perkuliahan.
Dosen Pengampu Mata Kuliah PBAK Poltekkes Kemenkes Mamuju, Agus Erwin Ashari, SKM, M.Kes, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori anti korupsi di dalam kelas, melainkan melihat langsung instrumen pengawasan pelayanan publik di dunia nyata.
Menurutnya, pemahaman mengenai pencegahan maladministrasi sangat penting karena sering menjadi pintu masuk utama tindakan korupsi.
“Kami ingin mahasiswa D3 Sanitasi memiliki kepekaan sosial dan integritas yang tinggi. Melalui kunjungan ke Ombudsman, mereka belajar bagaimana mengawal pelayanan publik yang bersih, sehingga saat lulus nanti mereka menjadi tenaga kesehatan lingkungan yang jujur dan profesional,” ujar Agus Erwin Ashari.
Pertemuan yang berlangsung interaktif tersebut disambut langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulawesi Barat, Fajar Sidiq, beserta jajaran keasistenannya.
Pihak Ombudsman memaparkan materi mengenai peran penting lembaga dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan yang akuntabel serta bebas dari praktik pungutan liar maupun KKN serta pelayanan publik di sektor kesehatan lingkungan.
Dalam pemaparannya, Fajar Sidiq menekankan bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan (agent of change) yang krusial bagi daerah.
“Peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengawasan adalah tanggung jawab bersama. Dengan memahami hak-hak pelayanan dan berani melaporkan dugaan penyimpangan, adik-adik mahasiswa dari Poltekkes Mamuju ini telah ikut andil dalam memutus rantai perilaku koruptif di masyarakat maupun di dunia kerja kesehatan nantinya,” tegas Fajar Sidiq.
Selain menerima pemaparan materi, para mahasiswa juga diajak berdialog mengenai alur penyampaian laporan masyarakat serta mekanisme pencegahan maladministrasi Kegiatan kunjungan edukatif ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung gerakan anti korupsi. (Ptr/rls)
