Pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Poltekkes Kemenkes Mamuju.
Mamuju, mandarnews.com – Poltekkes Kemenkes Mamuju sebagai salah satu Institusi Pendidikan Kesehatan yang berada di Kabupaten Mamuju, Direktur Poltekkes Kemenkes Mamuju memberikan dukungan langsung kepada dosen untuk melaksanakan Tridarma seperti Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat.
Salah satu Tim Dosen yang diketuai oleh Abbas Mahmud melaksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan judul Pemberdayaan Kader dan Keluarga dalam Peningkatan Kualitas Hidup Penderita Tuberculosis (TB) yang dilaksanakan di Puskesmas Binanga Kab. Mamuju, Sabtu (11/7/26).
Kegiatan ini merupakan program pengabdian yang telah direncanakan 1 tahun sebelumnya dan telah mendapatkan dukungan dan apresiasi dari pemerintah Keluraham Binanga oleh Ibu Selvi Fabriana S.Sos.
Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Puskesmas Binanga, Kader dan Keluarga Penderita Tuberkulosis (TB). Pada kesempatan ini, Kepala Puskesmas Binangan, Jasman, AMKL, SKM mengatakan masih adanya kasus tuberkulosis khususnya di wilayah kerja Puskesmas Binanga, sehingga perlu upaya untuk menurunkan dan kolaborasi bersama pada penanganan penyakit TB.
Dalam materi penyuluhan yang dibawakan oleh ketua Tim Abbas Mahmud, memaparkan tentang tuberculosis, dampak pada kesehatan. Dikatakan bahwa Penyakit menular (communicable disease) adalah penyakit infeksi yang dapat menyebar dari satu orang ke orang lain Tuberkulosis (TB/TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Penyakit ini terutama menyerang paru-paru. Perlu menjadi perhatian bahwa pengobatan TB berlangsung 6-8 bulan dalam 2 fase. Sangat penting meminum obat sampai habis sesuai resep dokter untuk mencegah bakteri menjadi resisten terhadap obat.
Perlu diketahui bahwa Gejala utama TB adalah batuk terus-menerus selama lebih dari 2 minggu. Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi demam berkepanjangan, nyeri dada, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Pada materi kedua yang disampaikan dr. Ahmady, M.Kes, tentang peran Keluarga dalam peningkatan kualitas hidup penderita Tuberculosis menyampaikan bahwa meskipun TB dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, banyak pasien mengalami penurunan kualitas hidup yang substansial akibat dampak fisik, psikologis dan sosial dari penyakit ini.
Hal ini dapat menyebabkan Depresi, akibatnya akan membuat pasien sulit termotivasri minum obat secara teratur. Kecemasan meningkatkan stres fisiologis yang memperkuat kelelahan.
Stigma sosial mendorong pasien menghindari kontrol berkala ke puskesmas. Akibatnya, risiko gagal terapi dan resistensi obat meningkat drastis, membahayakan kesuksesan pengobatan individu dan kesehatan publik.
Pada akhir kegiatan disampaikan bahwa Pasien TB membutuhkan perhatian komprehensif: medis, psikologis, dan sosial. Menjaga kesehatan mental pasien berarti memastikan kepatuhan pengobatan, mempercepat pemulihan, dan mengembalikan produktivitas mereka.
Ketua tim pengabdian Masyarakat merasa bangga atas dukungan pemerintah setempat, pihak puskesmas Binanga, kader dan terkhusus partisipasi keluarga pasien TB. Sebelum mengakhiri kegiatan penyuluhan, Kegiatan ini tidak cukup penyuluhan namun terdapat kelanjutan dari kegiatan ini yaitu akan dilakukan kunjungan ke beberapa rumah Penderita TB.
