Kapolres Polewali Mandar, AKBP Zaky Maghfur (ketiga dari kiri) saat memperlihatkan barang bukti kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh geng motor.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Polewali Mandar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Zaky Maghfur, menegaskan akan menindak geng-geng motor yang menimbulkan keresahan di masyarakat.
Hal ini dikemukakan langsung oleh AKBP Zaky menyusul adanya kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh geng motor yang berujung tewasnya seorang pemuda di Kecamatan Matakali, Ahad (18/10/2026).
“Saya secara pribadi sebagai Kapolres Polewali Mandar, akan menindak tegas geng-geng motor yang melakukan tindakan seperti ini. Tidak boleh ada lagi geng-geng motor yang melakukan kekerasan di sini. Cukup sampai di sini, jangan sampai terulang lagi,” tutur AKBP Zaky dalam konferensi pers di aula Mapolres Polewali Mandar, Kamis (22/10/2026).
Apa pun nama kelompoknya, Polres Polewali Mandar memastikan bakal menindak apabila melakukan pelanggaran hukum.
“Anak-anak muda di Polewali Mandar seharusnya berprestasi. Mari jadikan Polewali Mandar daerah dengan pemuda-pemuda yang berprestasi, bukan dengan geng-gengan yang meresahkan masyarakat. Keren itu bukan dengan geng-gengan. Keren itu dengan prestasi,” beber AKBP Zaky.
Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa mengawasi anak-anak dan keluarga agar tidak terlibat dalam kegiatan yang merusak.
Polres Polewali Mandar berharap adanya dukungan bersama dari masyarakat untuk menjaga keamanan dan mencegah terjadinya pelanggaran maupun tindak pidana.
“Diperlukan edukasi kepada saudara-saudara dan adik-adik kita, pengawasan yang baik, serta arahan dan pendidikan yang tepat. Insya Allah, dengan demikian, mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, yang semuanya berawal dari keluarga yang baik,” imbuh AKBP Zaky.
Ia pun menekankan jika kepolisian akan terus memburu siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan dan pelanggaran pidana. Tidak ada toleransi terhadap kekerasan, khususnya yang terjadi di wilayah Polewali Mandar.
Kepolisian, tambah AKBP Zaky, aktif melakukan patroli pada jam rawan, terutama pada malam hari. Namun, geng-geng motor ini sering kali melakukan kegiatan secara sembunyi-sembunyi sehingga mereka kerap menghindari petugas.
AKBP Zaky mengatakan kalau kelompok yang menggunakan senjata tajam, menimbulkan rasa takut, dan membuat masyarakat tidak nyaman tidak dapat dibenarkan. Terlebih lagi apabila mereka melakukan kekerasan, pengancaman, dan tindakan melanggar hukum lainnya. (ilm)
