Foto bersama seusai menampilkan karya masing-masing dalam acara Gelar Karya, Kamis 23 April 2026.
Majene, mandarnews.com – Salah satu persyaratan kelulusan murid sekolah menengah kejuruan (SMK) menampilkan karyanya. Di UPTD SMKN 1 Majene menamakannya ‘Gelar Karya’. Gelar Karya dilakukan setelah semua program keahlian menyelesaikan uji kompetensi keahlian.
Kamis (23 April 2026) ditetapkan UPTD SMK Negeri 1 Majene sebagai hari pelaksanaan Gelar Karya. Gelar Karya tahun ini dilaksanakan di halaman sekolah.
Ratusan murid kelas XII menunjukkan hasil ujian masing-masing pada hari itu. Semua hasil uji kompetensi ditampilkan. Kecuali hasil uji kompetensi keahlian yang memang tidak bisa ditampilkan secara nyata karena tidak ada produknya.
Ada tiga program keahlian yang menggelar karya mereka, yakni dari Program Keahlian Desain dan Produksi Busana, Program Keahlian Tata Kecantikan, serta Program Keahlian Kuliner.
Murid dari Program Keahlian Desain dan Produksi Busana menggelar hasil mereka lewat even fashion show. Program Keahlian Tata Kecantikan menampilkan kegiatan Perawatan Pedicure dan Menicure (perawatan tangan dan Kaki). Program Keahlian Kuliner menampilkan keahlian pembuatan aneka jajanan dan minuman yang bisa dinikmati di tengah acara.
Sekitar seratus sembilan orang murid dari Program Keahlian Desain dan Produksi Busana berlengak-lenggok di atas catwalk yang disiapkan panitia.
Mereka menampilkan hasil karya desain mereka yang bertema “Keindahan Busana Etnik Lokal”. Para murid ini merancang desainnya dan membuat polanya di bawah bimbingan para guru, dan hasil desain dan pola mereka kemudian dijahit pada saat Ujian Kompetensi.
Pendamping Sekolah (sebelumnya: Pengawas sekolah) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Andi Sitti Nurani, kagum menyaksikan hasil karya para murid ini. Apalagi saat ketua panitia memperlihatkan foto-fot desain para murid. Baik desain dengan sistem manual menggunakan pensil maupun yang telah menggunakan aplikasi.
Andi Sitti Nurani berharap agar para murid tidak berhenti belajar dan mengembangkan talentanya.
“Persaingan ke depan akan semakin ketat. Industri fashion yang menjamur saat ini akan menjadi ajang untuk kalian membuktikan diri bahwa kalian bisa. Sekolah telah mengantar kalian untuk mencapai cita-cita. Untuk mewujudkan menjadi nyata itu tugas ananda selanjutnya,” kata Andi Sitti Nurani.
Sementara itu, Kepala UPTD SMK Negeri 1 Majene, Sitti Nasrah dalam sambutan dan arahannya, mengaku bangga dengan apa yang telah dicapai murid-muridnya. Dan berharap agar para murid terus belajar dan mengembangkan apa yang sudah mereka peroleh saat ini.
Di sekitar arena panggung terdapat dua Booth/stan . Ternyata itu Booth Kuliner dan Tata Kecantikan. Di Booth Kuliner tersaji aneka kue dan minuman dingin. Sementara di Booth Tata Kecantikan nampak beberapa murid bersiap menunggu pelanggan yang akan dirawat kuku, tangan dan kakinya. Nampak di atas meja aneka peralatan dan bahan perawatan kuku.
Selain pendamping sekolah, di jejeran penonton nampak orang tua murid, dan murid adek kelas menonton aksi putri dan kakak kelas mereka dalam memamerkan baju rancangannya.
Salah satu murid yang diwawancarai, bernama Amel, mengaku bertambah semangatnya melihat aksi kakak kelasnya. Ia tidak sabar ingin seperti kakaknya bisa memamerkan dan beraksi di depan penonton memamerkan karya desainnya. Ia mengaku bercita-cita menjadi desainer.
Menurut Ketua Panitia, Zukhrinab Abdul Kadir, sedianya mereka akan menggelar acara ini lebih besar dan mengundang penonton seperti tahun-tahun sebelumnya. Terutama dari SMP dan MTsN sebagai ajang untuk promosi sekolah. Tetapi ujian kali ini banyak bersamaan dengan SMP dan MTsN, ditambah murid kelas XII akan mengikuti UTBK ke perguruan tinggi menyebabkan kegiatan ini hanya bisa dilaksanakan di internal sekolah.
“Kami cuma punya waktu satu hari untuk mempersiapakan segala sesuatunya, seperti panggung, dan latihan murid yang akan berjalan di karpet biru. Tentu saja banyak kekurangan di sana sini,” imbuhnya.
Pagelaran ini terbilang berjalan lancar dan bagus. Para murid nampak bersemangat. Penataan lokasipun meski sederhana tetapi tetap estetik.
Menjelang acara berakhir, beberapa anak berseragam putih biru menyerbu arena. Mereka murid-murid dari madrasah tsanawiah yang baru selesai ujian. Mereka datang untuk menonton. Wajah mereka menampakkan kekecewaan. Mereka mengaku datang mau menonton karena mengetahui infonya dari medsos. Panitia memang menyebar informasi gelar karya SMKN 1 Majene.
Untuk tidak mengecewakan mereka, panitia tetap menyambut dan menambah durasi pagelaran. (Riz)
