Skip to content
23/06/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Peluang Karier Remote Meningkat, KVA Perkuat Skill Talenta Indonesia
  • Sosial Ekobis

Peluang Karier Remote Meningkat, KVA Perkuat Skill Talenta Indonesia

Mandar News 23/06/2026 4 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
codeimg-369

Di tengah meningkatnya peluang kerja remote global, KVA memperkuat talenta Indonesia melalui pelatihan Virtual Assistant berbasis praktik agar siap memenuhi kebutuhan pasar internasional dan membangun karier digital yang berkelanjutan.

Dalam
beberapa tahun terakhir, lanskap kerja global mengalami transformasi
signifikan. Berbagai perusahaan, mulai dari rintisan (startup) hingga
korporasi, secara masif mengadopsi sistem kerja remote untuk menekan biaya
operasional tanpa mengorbankan produktivitas. Mereka mulai mengalihkan berbagai
fungsi strategis, mulai dari tugas administrasi, dukungan pelanggan, hingga
manajemen proyek, kepada tenaga kerja jarak jauh,  untuk memastikan usaha tetap berjalan tanpa
harus menambah biaya kehadiran fisik di kantor.

Perubahan
paradigma ini telah mengukuhkan Virtual Assistant (VA) sebagai
pilar penting dalam ekosistem bisnis modern.

Tren ini membuka peluang besar bagi masyarakat Indonesia untuk
membangun karier dari rumah. Virtual Assistant bukan lagi profesi sampingan
atau pekerjaan sementara, melainkan telah berkembang menjadi karier profesional
dengan permintaan tinggi, baik dari bisnis lokal maupun internasional.

Namun,
realitanya, tingginya permintaan tidak lantas diikuti dengan ketersediaan
talenta yang mumpuni. Banyak yang mengira menjadi VA hanya bermodal laptop dan
koneksi internet, padahal klien, terutama dari luar negeri atau
perusahaan yang sedang bertumbuh, menuntut standar profesionalisme yang
tinggi. Mereka mengharapkan keahlian teknis yang
spesifik, kedisiplinan, kemampuan komunikasi yang matang, serta pemahaman
teknologi digital yang luas. Tanpa bekal yang memadai, banyak individu yang
mencoba masuk ke dunia VA akhirnya kesulitan bertahan karena belum siap
menghadapi dinamika kerja remote yang cepat dan menuntut.

Kesenjangan keterampilan inilah yang menjadi penyebab utama mengapa
banyak pencari kerja belum mampu memanfaatkan peluang besar di sektor remote.

Di sinilah peran Kursus Virtual Assistant (KVA) menjadi
krusial. Mimi Amilia, sosok veteran di industri virtual assistant dengan
pengalaman lebih dari 13 tahun, pendiri Virtual Assistant Indonesia (VAI),
sekaligus pengajar utama di KVA, telah menyaksikan langsung tingginya
permintaan pasar global akan tenaga kerja remote yang benar-benar siap pakai.

“Banyak
yang tertarik menjadi VA karena iming-iming kerja fleksibel dan penghasilan
menarik. Namun, tanpa bekal keterampilan yang memadai, mereka seringkali gagal
memenuhi ekspektasi klien yang membutuhkan akurasi, kecepatan, dan komitmen
tinggi,” jelas Mimi.

KVA hadir sebagai inkubator talenta digital dengan pendekatan yang
sangat berbeda dari kursus online biasa. Keunggulan utama KVA terletak pada
metode pembelajaran berbasis pengalaman langsung atau experiential learning.
Mimi tidak hanya mengajarkan apa itu Virtual Assistant, tetapi
juga bagaimana menjadi VA bernilai tinggi. “Kami
tidak hanya mengajarkan teori. Setiap peserta dibimbing langsung untuk
menguasai keterampilan yang applicable di dunia nyata, sesuai dengan tuntutan
pasar global,” tambah Mimi.

Peserta belajar melalui contoh kasus nyata yang Mimi temui selama
puluhan tahun berkarier. Pendekatan ini memastikan bahwa lulusan KVA tidak
hanya “bisa bekerja”, tetapi benar-benar “mahir” dan siap menghadapi tuntutan
klien global.

Aspek
lain yang ditekankan adalah pembangunan karakter dan pola pikir entrepreneur.
Bekerja dari rumah menuntut integritas, kedisiplinan diri, kemampuan
manajemen diri dan komitmen terhadap kualitas. “Seorang VA yang sukses
adalah mitra strategis bagi kliennya. Mereka harus mampu berpikir proaktif,
mengantisipasi kebutuhan, dan memberikan solusi, bukan hanya menjalankan
perintah,” tegas Mimi.

Kurikulum
KVA dirancang komprehensif, mencakup manajemen proyek digital, komunikasi
bisnis, penguasaan kolaborasi remote, mengelola ekspektasi klien, hingga
strategi personal branding. Yang membedakan, peserta tidak hanya diajar
bagaimana menjadi VA, tetapi juga cara menjadi VA bernilai
tinggi, yang mampu meningkatkan kredibilitas
mereka di pasar internasional agar dapat menawarkan layanan
premium dan membangun hubungan jangka panjang dengan klien.

Pendekatan menyeluruh inilah yang membuat banyak lulusan KVA berhasil
bekerja dengan klien dari Amerika Serikat, Australia, Singapura, hingga
Inggris, semuanya tanpa harus meninggalkan rumah. Beberapa lulusan bahkan
berhasil mengembangkan bisnis VA mereka sendiri dan tidak sedikit pula yang
mencapai pendapatan lebih tinggi dari standar upah regional karena layanan
mereka memenuhi standar global.

Di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi pencari kerja di sektor
konvensional, profesi VA menjadi jawaban bagi mereka yang menginginkan karier
fleksibel, aman, dan berkembang. Peran KVA sebagai lembaga pelatihan menjadi
kunci agar talenta Indonesia mampu bersaing di tengah kompetisi usaha yang
semakin ketat.

Dengan peluang pasar yang terus meningkat, KVA meyakini bahwa profesi
Virtual Assistant akan menjadi salah satu karier paling menjanjikan di masa
depan. Dengan pelatihan yang tepat dan bimbingan berpengalaman, masa depan
karier remote Indonesia tampak semakin cerah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: BRI Sudirman Semanggi Gelar Sosialisasi BRIGuna Prapurna dan Purna bagi Personel TNI AL Mintoharjo Menjelang Masa Pensiun
Next: Memilih Makanan Kucing yang Tepat untuk Mendukung Kesehatan Pencernaan

Related Stories

codeimg-379
  • Sosial Ekobis

Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak

Mandar News 23/06/2026
codeimg-378
  • Sosial Ekobis

BRI Region 6 Berkolaborasi dengan YBM BRI Jakarta Berbagi Kebahagiaan melalui Santunan Anak Yatim Piatu di Bulan Muharam

Mandar News 23/06/2026
codeimg-376
  • Sosial Ekobis

BRI Finance Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Gempa di Desa Kamarora Atas, Kabupaten Sigi

Mandar News 23/06/2026
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (56) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (46) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (40) majene (1379) Malunda (50) mamasa (449) mamuju (250) mandar (224) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (115) pemprov sulbar (63) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (270) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (58) Sosialisasi (49) sulawesi barat (90) sulbar (1393) TMMD (56) Unsulbar (66) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d