Suasana pertemuan diseminasi dan validasi data sasaran imunisasi kejar di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Tim INEY Poltekkes Kemenkes Mamuju bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menggelar kegiatan Diseminasi, Optimalisasi dan Validasi Data Sasaran Imunisasi Kejar pada Kamis, 22 Oktober 2026. Bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, pertemuan ini membahas kondisi data imunisasi, memetakan kendala di lapangan, sekaligus menyepakati langkah validasi data sasaran.
Kegiatan dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, termasuk Kepala Bidang, perwakilan Puskesmas, serta Tim INEY Poltekkes Kemenkes Mamuju. Materi dipaparkan oleh Wahidin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dan Irma Muslimin, M.Kes., dari Poltekkes Kemenkes Mamuju.
Dalam paparannya, Wahidin, menyampaikan gambaran pelaksanaan imunisasi di 20 Puskesmas se-Kabupaten Polewali Mandar. Paparan tersebut menjadi dasar diskusi bersama untuk menemukan penyebab sasaran yang belum terjangkau dan menentukan wilayah yang perlu mendapat pendampingan.
Selanjutnya sesi diskusi dengan Perwakilan Puskesmas terkait berbagi pengalaman menghadapi penolakan imunisasi. Di wilayah Mapilli, misalnya, sebagian masyarakat lebih mengikuti arahan tokoh agama, sehingga edukasi dinilai perlu melibatkan majelis ulama, tidak cukup dari petugas kesehatan saja.
Di wilayah yang sama, sejumlah orang tua sempat menolak akibat hoaks yang beredar di grup WhatsApp. Setelah dikumpulkan dan diberi edukasi, sekitar 90 persen di antaranya akhirnya bersedia anaknya diimunisasi.
Kepala Bidang Dinas Kesehatan menegaskan bahwa sasaran INEY sejalan dengan program Dinas Kesehatan, yaitu meningkatkan capaian imunisasi dan menurunkan angka stunting. Ia berharap hasil penelitian Poltekkes di Polewali Mandar dapat diserahkan kepada Dinas Kesehatan agar bisa ditelusuri dan dicarikan solusinya. Ia juga meminta jadwal pendampingan disampaikan lebih awal supaya Dinas dapat menugaskan SDM yang tepat.
Senada dengan itu, Irma Muslimin menekankan pentingnya informasi rencana kegiatan disampaikan jauh hari sebelumnya. Ia juga mencatat bahwa sebagian petugas Puskesmas masih perlu penguatan pemahaman, baik dalam pencatatan di ASIK maupun pencatatan manual.
Di akhir kegiatan dengan adanya kolaborasi ini, Poltekkes Kemenkes Mamuju dan Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar berharap data sasaran imunisasi semakin valid, sehingga anak-anak yang tertinggal imunisasi dapat segera dijangkau dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (humas_Poltekkes)
