Workshop Bina Talenta Riset dan Pengembangan tahun 2026, Rabu (21/10/26) di aula STIKes Bina Bangsa Majene.
Majene, mandarnews.com – Perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Anggota Komisi X DPR RI Ratih Megasari Singkarru, M.Sc., membuka secara langsung kegiatan Workshop Bina Talenta Riset dan Pengembangan tahun 2026, Rabu (21/10/26) di aula STIKes Bina Bangsa Majene.
Kegiatan workshop yang dilaksanakan bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bina Bangsa Majene (BBM) membawa tema “Beyond Boundaries: Sinergi Multidisiplin, Talenta, Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Berdaya Saing Global”.
Dalam sambutannya, Ratih Megasari Singkarru menyampaikan kesyukurannya bisa hadir dalam kegiatan seperti ini.
Menurutnya, kegiatan workshop seperti ini sangatlah menarik. Karena banyak hal yang masih perlu dipelajari sehingga adanya kegiatan seperti ini, bisa saling sharing dan berbagi ilmu.
“Dari narasumber yang ada, tentu banyak ilmu yang dipahami dan pastinya belum kita pahami. Sehingga ini adalah momentum yang bagus untuk saya pribadi dan kita semua, bisa mendapatkan ilmu secara gratis,” ucap Ratih.
Ratih juga menyebutkan bahwa pada kesempatan seperti ini, ia selalu menyempatkan untuk bisa melibatkan fraksi-fraksi yang ada di daerah. Agar aspirasi – aspirasi yang lahir dari kegiatan seperti saat ini, dapat terkawal dan bisa ditindaklanjuti di provinsi ataupun daerah.
Anggota DPR RI itu berharap, dari workshop atau diskusi yang dilaksanakan bisa melahirkan hal – hal baru yang tentunya memiliki kemaslahatan untuk masyarakat banyak .
“Dan terkait Beyond Boundaries ini, percayalah apa yang sudah kita kerjakan hari ini tentunya tidak akan hanya markir Disini tapi akan menjadi bahan kertas kerja untuk kami,” tandas Ratih.
Sementara itu, Ketua STIKes BBM, Yulianah Sulaiman mewakili STIKes BBM menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh tamu kehormatan dan narasumber, khususnya Ratih Megasari Singkarru, M.Sc., atas perhatian dan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana di kampus STIKes.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda workshop, melainkan wujud nyata bahwa talenta, gagasan besar dan inovasi tidak hanya lahir dari kota-kota besar, tetapi juga tumbuh dari kampus-kampus di daerah, termasuk Majene, Sulawesi Barat.
”Kami percaya, keterbatasan geografis tidak boleh menjadi batas bagi kemajuan intelektual. Kita boleh berasal dari daerah, tetapi kesempatan untuk berkarya dan berprestasi harus terbuka hingga tingkat nasional, bahkan global,” ucap Yulianah.
“Tema kegiatan kita, “Beyond Boundaries: Sinergi Multidisiplin, Talenta, Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Berdaya Saing Global,” mengandung pesan bahwa kita harus berani melampaui batas cara berpikir, batas disiplin ilmu, dan batas keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri,” ujar Yulianah kembali.
Yulianah menyebut bahwa tantangan saat ini menuntut kolaborasi lintas, disiplin untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat, transformasi digital, kualitas sumber daya manusia dan pembangunan berkelanjutan.
Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat mengajar dan menghasilkan lulusan, tetapi harus menjadi pusat lahirnya penelitian, inovasi, dan solusi bagi masyarakat.
“Sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang kesehatan, STIKes Bina Bangsa Majene berkomitmen mengembangkan riset yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Sebab, keberhasilan riset bukan semata-mata diukur dari banyaknya publikasi, melainkan dari sejauh mana ilmu pengetahuan mampu menghadirkan perubahan dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia,” jelasnya.
Lebih jauh ia menyampaikan bahwa membangun budaya riset adalah tanggung jawab bersama. Membutuhkan dosen yang berani mengembangkan gagasan, peneliti yang tekun menghasilkan temuan, mahasiswa yang kritis dan kreatif, serta institusi yang mendukung tumbuhnya inovasi.
“Melalui workshop ini, saya berharap peserta tidak sekadar mendengarkan materi, tetapi mampu melahirkan semangat baru, memperluas kolaborasi, dan menghasilkan karya nyata yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan bangsa. Manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan menyusun proposal penelitian, memperkuat publikasi ilmiah, memperluas jejaring kolaborasi serta mempersiapkan diri mengakses pendanaan riset secara kompetitif,” harapnya.
Ia juga berpesan untuk tidak pernah merasa tidak mampu hanya karena berasal dari daerah.
“Mungkin kita memulai dari kampus yang jauh dari pusat ibu kota, tetapi kita tidak boleh memiliki cita-cita yang kecil. Inilah semangat yang ingin kita bangun bersama: menjadi institusi yang terus bertumbuh, berani berinovasi, kuat dalam kolaborasi, dan nyata dalam memberikan dampak.
Semoga workshop ini menjadi titik awal lahirnya ekosistem riset yang lebih kuat, kolaborasi yang lebih luas, dan inovasi yang semakin berdampak. Mari kita buktikan bahwa dari Majene, dari Sulawesi Barat, dapat lahir talenta unggul, peneliti tangguh, dan inovasi yang berkontribusi bagi Indonesia yang maju dan berdaya saing global,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Dr. Azhar Syahrir, S.T., M.PMat., CPR., QRMA., QIA., (Head of Division for Management of State-Owned Assets), selaku narasumber,
Dr. Muhammad Aswad, S.Pd.I., M.Pd., (Ketua Tim PAK sekaligus Sekretaris LPPM Universitas Sulawesi Barat) selaku narasumber, Wakil Ketua, Ketua Program Studi, pimpinan unit, dosen dan tenaga kependidikan serta seluruh mahasiswa dan peserta workshop lainnya. (Ptr)
