Foto bersama usai Rapat Akbar Pembentukan Kabupaten PUS.
Mamasa, mandarnews.com – Ratusan warga yang mewakili tujuh kecamatan dalam wilayah Pitu Ulunna Salu (PUS) di Kabupaten Mamasa menghadiri rapat akbar yang digelar di Lantang Kada Nene’, Kecamatan Mambi, Selasa (7/7/2026).
Antusiasme masyarakat itu pun menandakan kesiapan PUS untuk membentuk kabupaten baru sebagai pemekaran dari Kabupaten Mamasa.
Rapat akbar tersebut dihadiri Staf Ahli yang mewakili Gubernur Sulawesi Barat, Bupati dan Wakil Bupati Mamasa, DPRD Mamasa, pimpinan OPD, camat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat lainnya, dan seluruh kepala desa di wilayah PUS.
‎
“Agenda rapat akbar dan deklarasi bersama ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi momentum yang sangat bermakna untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan dalam memperjuangkan terbentuknya Kabupaten PUS,” beber Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman.
‎Dirinya pun mengajak untuk menjadikan pertemuan itu sebagai ajang mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan dan kesatuan guna mewujudkan cita-cita bersama.
“Mendapatkan daerah otonom itu tidak mudah. Olehnya itu, kita harus benar-benar menyatuhkan hati, pendapat, dan pemikiran. Kita harus bergandengan tangan dengan baik untuk mencapai tujuan pembentukan Kabupaten PUS ini,” ujar H. Sudirman.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menyatakan mendukung penuh keinginan masyarakat yang ingin membentuk kabupaten baru.
“Kalau itu semangatnya, itu komitmennya dari seluruh aspirasi masyarakat yang ada di wilayah kehadatan Pitu Ulunna Salu, maka saya selaku Bupati Mamasa tidak ada alasan untuk menghalangi keinginan rakyat. Saya pun akan mendukung penuh agar pembentukan Kabupaten PUS lebih cepat tercapai,” sebut Welem.
Dalam pemenuhan syarat pembentukan Kabupaten PUS, pesan Welem, sebaiknya jangan ada rekayasa admnistrasi, jangan ada pemalsuan dokumen karena bisa berdampak pidana dan menghalangi tujuan baik. Lebih baik penuhi sesuai tahapan yang ada agar jalannya pun mulus.
Welem menyampaikan, demi mencapai tujuan besar berupa pembentukan Kabupaten PUS, baiknya semua pihak saling merangkul, saling menopang, butuh kekompakan, butuh gotong royong, butuh persatuan yang kuat, lakukan dengan hati maka akan tercapai dengan baik.
“Pemekaran kabupaten bukan berarti karena ada benci atau pertengkaran, tapi tujuannya karena masyarakat ingin segala jenis pelayanan pemerintah bisa menyentuh ke semua dan dekat dengan pelayanan tersebut,” tutup Welem. (Yoris)
Editor: Ilma Amelia
