Ketua Kwarcab Pramuka Polewali Mandar yang baru ditetapkan, Nursaid Mustafa, ketika memberikan sambutan.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Meski sempat berlangsung alot, Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kabupaten Polewali Mandar akhirnya menetapkan Nursaid Mustafa yang merupakan calon tunggal sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab).
Dari 16 Kwartir Ranting (Kwarran) di Polewali Mandar, 14 di antaranya merestui penetapan Nursaid sebagai Kwarca, hanya Kwarran Mapilli dan Campalagian yang menolak.
Perwakilan Kwarran Mapilli, Aco, sempat memprotes jalannya Muscab karena penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPj) dari kepengurusan sebelumnya tidak dilakukan.
“Kami minta, sebagai peserta yang memiliki hak untuk berbicara dan meminta, tunjukkan surat permintaan kepada Andi Masri Masdar sebagai Ketua sebelumnya untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban hari ini. Kalau memang Andi Masri Masdar tidak bersedia, tunjukkan kami suratnya,” tukas Aco.
Namun, permintaan Aco ditepis oleh Ketua Sidang Muscab, Rusli, dengan mengatakan bahwa Muscab diselenggarakan oleh karateker, bukan kepengurusan sebelumnya, sehingga LPj tidak harus disampaikan saat Muscab.
“Yang harus disampaikan oleh karateker adalah laporan aktivitas, yang tadi sudah disampaikan. Penyampaian LPj bisa menyusul,” tutur Rusli.
Karena tidak mencapai musyawarah mufakat, akhirnya diputuskan melanjutkan Muscab tanpa penyampaian LPj dengan cara voting yang disetujui oleh 14 Kwarran.
Akhirnya, Muscab pun terus berjalan hingga menghasilkan keputusan untuk menetapkan Nursaid Mustafa sebagai Ketua Kwarcab.
Dalam sambutannya usai ditetapkan, Nursaid menyampaikan kalau seorang pemimpin harus mampu membuat orang lain merasa nyaman, bahkan di tempat yang sesungguhnya tidak nyaman.
“Ini bukan soal kehormatan semata. Ini adalah amanah. Amanah itu tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada mereka yang telah memberikan kepercayaan kepada kita, tetapi juga dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” beber Nursaid.
Dirinya juga mengaku tidak pernah berpikir akan menjadi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka dan tidak pernah terlintas akan memimpin organisasi Pramuka.
“Kalau mengikuti keinginan pribadi, saya sebenarnya ingin tetap menjalankan pekerjaan saya seperti biasa,” imbuh Nursaid.
Walaupun begitu, Nursaid mengungkapkan kesediaanya untuk mundur jika ditemukan ada kesalahan dalam pencalonannya sebagai Ketua Kwarcab.
“Kalau ada kesalahan dalam pencalonan, saya siap mundur,” tutup Nursaid. (ilm)
