Skip to content
08/07/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus
  • Sosial Ekobis

Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus

Mandar News 08/07/2026 3 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
codeimg-181

Gerakan edukasi kesehatan usus BioMom kini sampai ke Kota Kupang, Nusa
Tenggara Timur. Program bertajuk ‘Sehat Dimulai dari Usus: Usus Sehat,
Keluarga Sehat, Kupang Sehat’ pada 6-10 Juli 2026 ini dimulai dari Aula
Universitas Muhammadiyah Kupang, dilanjutkan ke posyandu dan puskemas
dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas
masyarakat.

Program itu dipimpin langsung oleh Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma,
seorang siswa kelas XI Tzu Chi School PIK yang melahirkan inisiatif
BioMom, yakni gerakan edukasi kesehatan pencernaan berbasis komunitas.

Kegiatan ini bertujuan mendorong kesadaran tentang pentingnya menjaga
kesehatan pencernaan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan
berkelanjutan. Swiluva mengatakan, kesehatan usus masih kerap dipandang
sebagai persoalan medis yang rumit. Padahal, kebiasaan sederhana di
rumah dapat menjadi langkah awal menjaga kesehatan keluarga. 

Kegiatan ini bertujuan mendorong kesadaran tentang pentingnya menjaga
kesehatan pencernaan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan
berkelanjutan. Swiluva mengatakan, kesehatan usus masih kerap dipandang
sebagai persoalan medis yang rumit. Padahal, kebiasaan sederhana di
rumah dapat menjadi langkah awal menjaga kesehatan keluarga. 

“Usus sehat adalah fondasi keluarga sehat. Ayah dan ibu bisa produktif,
anak-anak dapat tumbuh dan belajar dengan baik. Kesadaran itu yang ingin
kami bangun melalui BioMom,” ujar Swiluva.

Melalui pelatihan Biomom, peserta diperkenalkan pada pembuatan water
kefir, minuman probiotik hasil fermentasi yang dapat membantu menjaga
kesehatan pencernaan.

Selain praktik, peserta juga memperoleh pemahaman
mengenai pentingnya bakteri baik, kebersihan selama proses fermentasi,
serta pola hidup yang mendukung kesehatan usus.

Pendekatan yang digunakan BioMom menitikberatkan pada penyederhanaan
ilmu pengetahuan agar mudah dipahami. Edukasi yang diberikan juga
memanfaatkan berbagai konten digital yang telah menjangkau jutaan
penonton di media sosial.

Menurut Swiluva, gerakan BioMom tidak semata soal kesehatan. Ia mengaku
melihat peluang pemberdayaan ekonomi melalui produksi minuman probiotik
skala rumah tangga.

“Visi kami sederhana, yakni menjadikan setiap kota di Indonesia sebagai
kota probiotik, di mana masyarakatnya lebih sehat sekaligus memiliki
peluang untuk mandiri secara ekonomi,” kata Swiluva.

Hal senada disampaikan Wali Kota Kupang, Christian Widodo yang sepakat
bahwa kesehatan masyarakat harus dimulai dari rumah. Ia optimistis,
keluarga yang sehat dapat melahirkan kota yang kuat.

Pelatihan ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan kesehatan kaum
ibu, termasuk dalam melengkapi menu makanan yang sehat bagi keluarga.

“Rumah yang sehat akan melahirkan keluarga yang kuat, keluarga kuat
membangun kota yang kuat sehingga pembangunan bukan saja infrastruktur
tapi keluarga yang berkualitas,” ujar Christian.

Kupang menjadi kota penyelenggaraan ketiga, setelah debut di Jakarta dan
Serang, Banten. Di Serang, BioMom bekerja sama dengan Pemerintah Kota
(Pemkot) Serang melalui program ‘Probiotic City: Healthy Gut, Healthy
City’, yang menyasar ribuan ibu rumah tangga sebagai agen edukasi
kesehatan di lingkungan masing-masing.

Sementara, pelaksanaan di Kupang melibatkan berbagai unsur, mulai dari
Pemkot, Dinas Kesehatan, hingga tokoh masyarakat dan komunitas warga.
Kehadiran para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat
kolaborasi dalam membangun kesadaran masyarakat tentang kesehatan
pencernaan 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India
Next: Sudah siap belum? Tagihan RS tembus ratusan juta, kita bisa apa?

Related Stories

codeimg-197
  • Sosial Ekobis

BPOM di Surabaya Percepat Izin Edar Produk Nasional Lewat One Stop Services

Mandar News 08/07/2026
codeimg-196
  • Sosial Ekobis

Ribuan Barang Tertinggal Kembali ke Pemilik, Ini yang Harus Dilakukan Jika Kehilangan Barang di LRT Jabodebek

Mandar News 08/07/2026
codeimg-195
  • Sosial Ekobis

Jumlah Pengguna Meningkat, LRT Jabodebek Perkuat Kompetensi Train Attendant

Mandar News 08/07/2026
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (56) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (46) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (40) majene (1382) Malunda (50) mamasa (449) mamuju (250) mandar (224) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (115) pemprov sulbar (63) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (270) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (58) Sosialisasi (49) sulawesi barat (90) sulbar (1393) TMMD (56) Unsulbar (66) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d