Pelatihan kaderisasi oleh Tidar Sulbar dan Tidar Mamasa.
Mamasa, mandarnews.com – Pengurus Tunas Indonesia Raya (TIDAR) di Kabupaten Mamasa bersama pengurus TIDAR tingkat Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan pelatihan kaderisasi bagi generasi muda di Kabupaten Mamasa, Jumat (23/10/2026).
Dalam kegiatan yang digelar di Hotel Sajojo Mamasa tersebut, turut hadir Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Mamasa sebagai pemateri, serta Ketua Satria Muda Indonesia Mamasa, Gerindra Masa Depan (GMD), Laskar Gerindra, pengurus Dewan Pimpina Cabang (DPC) Partai Gerindra, dan beberapa organisasi sayap Gerindra lainnya.
TIDAR sendiri adalah organisasi kepemudaan modern yang menjadi organisasi sayap resmi dari Partai Gerindra yang berdiri pada 7 Juli 2008. Anggotanya berusia antara 17 hingga 40 tahun dan Ketua Umumnya adalah Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Tujuan TIDAR ialah menampung dan menyalurkan aspirasi generasi muda serta mempersiapkan kader untuk kepemimpinan bangsa.
Andi Faridha Facri selaku Pembina Tidar Mamasa mengatakan, pelatihan bagi Tunas 1dan Tunas 2 dilakukan untuk kedua kalinya di Mamasa dengan tujuan untuk membentuk karakter kader-kader muda agar mereka bisa mempersiapkan diri ketika benar-benar terjun ke dunia politik nantinya.
“Ada beberapa materi yang diberikan, yakni materi kewirausahaan, materi tentang peranan perempuan, materi kepemimpinan, materi ke-Gerindra-an, ke-TIDAR-an, dan mekanisme sidang,” terang Andi Faridha.
Ketua KADIN Mamasa, Yakub Tato, dalam kesempatan itu menyampaikan materi tentang kewirausahaan yang sangat dibutuhkan bagi generasi bangsa.
“Usaha sendiri bergerak dalam bidang ekonomi. Hal itulah yang melatarbelakangi tujuan materi ini diberikan kepada kader-kader TIDAR,” ungkap Yakub Tato.
Salah satu alasan materi kewirusahaan diberikan kepada muda-mudi TIDAR adalah agar mereka terlatih dalam berusaha karena tolak ukur suatu daerah dikatakan maju apabilah jumlah pengusaha di atas empat persen dan Mamasa kedepan membutuhkan hal tersebut.
Ketua Pengurus Daerah (PD) Tidar Sulbar, Awal Saiki, menerangkan kalau melalui kegiatan ini, TIDAR berupaya memperkuat semangat kebersamaan, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta membangun kesadaran bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan daerah dan Indonesia.
“Pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi harus mampu hadir sebagai pelopor perubahan, penggerak kreativitas, serta mitra masyarakat dalam menghadirkan gagasan dan tindakan nyata yang bermanfaat,” tutur Awal.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat solidaritas antar pemuda, menanamkan nilai nasionalisme, dan mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.
“TIDAR percaya bahwa kemajuan daerah tidak dapat dilepaskan dari kontribusi generasi muda. Dengan semangat persatuan dan tekad yang kuat, pemuda diharapkan mampu mengambil bagian dalam menciptakan perubahan positif serta menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ucap Awal.
Dirinya berharap, “Setinggi Gandang Dewata, Sekuat Tekad Pemuda” bukan sekadar slogan, melainkan seruan bagi seluruh generasi muda untuk terus bergerak, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi Sulawesi Barat serta Indonesia, khususnya di Mamasa. (Yoris)
Editor: Ilma Amelia
