Duduk mulai kiri depan : Mugiyanto (Wamen), Dr. H. A. Syukri Tammalele, SE,.MM. (Bupati Majene)
Majene, mandarnews.com – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Wamen HAM RI), Mugiyanto, bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Majene Sulawesi Barat, Senin (27/4/26).
Kedatangan Mugiyanto dalam rangka mengecek dan memastikan program-program prioritas Presiden Prabowo, apakah sudah berjalan dengan baik sesuai dengan rencana.
Salah satu yang dicek adalah Program Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kel. Baurung Kec. Banggae Timur Kab. Majene Prov. Sulawesi Barat (Sulbar). Wamen Mugiyanto berkunjung ke lokasi di Baurung.
Hadir dalam kegiatan ini Bupati Majene Dr. H. A. Achmad Syukri Tammalele, SE., MM., Sekda Majene, Dandim 1401 Majene, Para Kabag, Para Kadis, Camat, dan Lurah Baurung serta para masyarakat setempat.
Mengawali sambutan Bupati Majene menyampaikan bahwa kehadiran Wamen adalah wujud nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan kepatuhan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali khususnya masyarakat pesisir.
Lebih lanjut Bupati Majene memaparkan bahwa Kabupaten Majene merupakan daerah otonom yang termasuk bahagian dari ke enam kabupaten di wilayah Prov.Sulawesi Barat, dan sebagian masyarakat Majene bekerja di sektor pertanian, perikanan dan perkebunan dengan luas wilayah 947,84 Km² dengan panjang pantai 125 km. Secara administrasi terdiri dari 8 kecamatan, 20 kelurahan dan 60 Desa dengan jumlah penduduk kurang lebih 193.000 jiwa.
“Kampung Nelayan Merah Putih memiliki makna yang besar karena bagi kami program ini adalah bagian dari pemenuhan HAM di antaranya hak atas tanah dan tempat tinggal yang layak, pekerjaan layak, penghidupan layak dan hak rasa aman,” sebut Bupati Majene.
Bupati Majene mengaku berkomitmen tetap menjaga pemenuhan hak-hak seluruh masyarakat Kab. Majene termasuk hak para nelayan. Ia berharap semoga Kementrian HAM memberi dukungan.
“Momentum ini, mari kita jadikan sebagai ikhtiar bersama, siap menjadi mitra strategis Kementrian HAM untuk membangun daerah pesisir berkeadilan,” harap Bupati Majene.
Menjaga laut, lanjut Bupati Majene, sama dengan menjaga kehidupan, menghormati hak nelayan sama halnya dengan menjaga menghormati kemanusiaan.
Ia megajak kepada semua masyarakat untuk menjaga Majene yang lebih baik dengan spirit pembangunan yang berkelanjutan dengan mengacu kepada Visi Kab.Majene “Maju Mandiri dan Berbudaya”.
Giliran kesempatan Wamen HAM RI menyampaikan pidato, ia memaparkan tentang kedatangannya di Majene sebagai kunjungan kerja, mengecek dan memastikan Program program prioritas Presiden Prabowo apakah sudah berjalan dengan baik sesuai dengan rencana.
Seperti Program Kampung Nelayan, Koperasi Merah Putih, Makan Bergisi Gratis, Cek Kesehatan Gratis dan Sekolah Rakyat, ke semuanya ini adalah program prioritas untuk kesejahteraan rakyat.
“Jika ada hambatan boleh di sampaikan kepada kami, terkait dengan dengan KNMP tentu dengan kementrian Kelautan dan Perikanan, kalau kami HAM adalah memastikan, bukan kami yang langsung memenuhi HAM tetapi kami memastikan HAM dipenuhi,” kata Wamen Mugiyanto.
Presiden Prabowo dalam Astacita menempatkan HAM sebagai sesuatu yang sangat penting. Hak Asasi Manusia bersama dengan penguatan demokrasi dan ideologi Pancasila ditempatkan dalam Astacita nomor satu.
Mugiyanto menjelaskan, dulu, HAM didefinisikan hanya terkait dengan hak sipil, politik, kekerasan, kriminalisasi dan persoalan hukum lainnya. Saat ini, yang paling penting adalah hak yang berada di tingkat ekonomi, sosial dan budaya antara lain hak pendidikan, kesehatan, perumahan, pekerjaan dan hak lingkungan yang bersih.
Selain mengunjungi lokasi pembangunan kampung nelayan Pancasila, Wamen HAM RI Mugiyanto juga berkesempatan mengunjungi Kampung Universitas Sulawesi Barat dan memberikan kuliah umum. (Jufri)
