Ketua DPD PBB Mamasa, Herman Tolaby.
Mamasa, mandarnews.com – D itengah ramainya perbincangan tentang kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke Bumi Kondosapata, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Mamasa, Herman Tolaby, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut Wapres secara hangat.
Menurut Herman, hal tersebut merupakan suatu anugerah sekaligus harapan besar kepada Wapres terkait pembangunan Pasar Mamasa.
Herman yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam koalisi pemenangan Welem-Sudirman menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas rencana kedatangan Wapres Gibran.
“Selaku tokoh masyarakat dan bagian dari keluarga besar koalisi Welem-Sudirman, kami menyambut dengan penuh sukacita dan dengan hati yang terbuka atas kedatangan Bapak Wapres Gibran di Mamasa. Ini adalah sebuah kehormatan besar bagi kami, masyarakat di pegunungan,” ujar Herman melalui telpon dan pesan WhatsApp, Ahad (1/11/2026).
Kehadiran Wapres, tambah Herman, adalah bentuk negara yang dekat dengan rakyatnya.
Herman pun menitipkan sebuah harapan besar yang sudah lama dipendam masyarakat Mamasa, yaitu untuk melanjutkan janji baik yang pernah diucapkan Presiden Jokowi saat kedatangannya dua tahun yang lalu.
Pada 23 April 2024, Presiden Jokowi pernah berkunjung ke Pasar Tumpah Mamasa. Di hadapan Penjabat (Pj) Bupati, Muhammad Zain, dan ribuan warga, beliau berjanji akan membangunkan Pasar Mamasa yang baru dengan pembagian tugas yang jelas, yaitu pemerintah pusat yang membangun sedangkan Pemerintah Mamasa yang menyiapkan lahan di sekitar kota.
“Kami masih ingat betul bagaimana Bapak Jokowi berdiri di tengah pasar tumpah, melihat langsung mama-mama pedagang. Beliau berjanji dengan tulus akan membangunkan pasar untuk Mamasa. Janji itu belum sempat terealisasi sampai masa jabatan beliau berakhir,” terang Herman.
Olehnya itu, rakyat tentu menaruh harapan besar kepada anaknya, Wapres Gibran Rakabuming Raka.
“Kami yakin, jiwa melanjutkan pembangunan yang ada pada diri Pak Wapres, juga mengalir pada diri demi kepentingan rakyat,” tutur Herman.
Untuk lokasi pasar, rakyat mohon tetap berada di sekitar Kota Mamasa, tidak jauh dari pasar tumpah saat ini. Itu bukan keinginan segelintir orang, tapi itu kesepakatan masyarakat dengan Presiden Jokowi sendiri.
“Jika dipindahkan jauh, maka pasar itu akan mati. Kami yakin Pemda Mamasa paham betul akan hal ini, karena Pemda yang memfasilitasi kesepakatan itu,” jelas Herman.
Masyarakat percaya, Welem-Sudirman adalah pemimpin yang mendengarkan arahan, saran atau masukan.
“Mari kita kawal bersama kedatangan Wapres Gibran bukan dengan tuntutan yang keras, tapi dengan doa dan harapan yang tulus,” imbuh Herman.
Herman menyampaikan, menyambut Wapres dengan senyum Kondosapata adalah bagian dari iman begitu juga dengan mengantar pulang Wapres sambil membawa harapan Pasar Mamasa di hatinya. (Yoris)
Editor: Ilma Amelia
