Piagam penghargaan dari MURI yang diterima oleh Kabupaten Mamasa.
Mamasa, mandarnews.com – Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, kembali mengharumkan nama Mamasa dengan menggelar kegiatan minum kopi dari cangkir bambu yang dilakukan secara massal mulai dari lapangan Kota Mamasa yang diikuti 17 kecamatan.
Rekor yang diraih kali ini pun bukan hanya untuk tingkat nasional, melainkan tingkat dunia, yang diberikan langsung oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Menurut Triyono selaku Senior Manager MURI, Mamasa berhasil meraih rekor MURI tingkat dunia dengan minum kopi serentak yang dilaksanakan oleh sekitar 11.981 orang.
“Ini merupakan hal unik, kreatif, sehingga MURI memberikan penghargaan yang sangat luar biasa. Alasan rekor dunia diberikan karena baru kali ini ada ribuan orang yang minum kopi secara bersamaan dan diminumnya dari cangkir yg unik pula, yaitu cangkir yang terbuat dari batang bambu,” ujar Triyono.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, mengatakan jika masyarakat Mamasa harus bangga dengan adanya pengakuan rekor MURI tingkat dunia dalam kategori minum kopi Mamasa secara bersama-sama karena bermakna sebuah kebersamaan.
“Sebagai peminum kopi terbanyak dari cangkir suke atau bambu, kearifan lokal Mamasa harus dilestarikan. Mulai hari ini, kopi asli dari Mamasa tidak boleh lagi diklaim orang luar Mamasa tetapi harus diklaim orang asli Mamasa sendiri,” sebut Welem.
Dengan keadaan kopi Mamasa saat ini yang sudah mendunia, Welem berharap masyarakat terus giat menanam kopi asli Mamasa dan merawatnya.
Welem juga berharap, di lapak-lapak, UMKM, acara resmi, acara kemasyarakatan, dan acara lainnya, baik rumah makan maupun restoran semuanya menggunakan suke (cangkir yang terbuat dari bambu) agar kerajinan tangan lokal di Mamasa ini bisa bernilai.
(Yoris)
Editor: Ilma Amelia
