Foto bersama usai peresmian.
Majene, mandarnews.com – Dengan selesainya jembatan gantung yang menghubungkan dua dusun, yakni Dusun Siiyang dan Dusun Panawar, terbukalah akses untuk memperlancar masyarakat dalam melakukan aktivitas.
Jembatan gantung perintis Garuda yang terletak di Desa Adolang Dhua itu pun diresmikan langsung oleh Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1401 Majene, Letkol Czi Aji Setyawan, Kamis (13/8/2026).
Selain Dandim, hadir pula Kabag SDM Polres Majene AKP H. Ashari; Kadispora Majene; Kasdim 1401 Majene; Camat Pamboang; Danramil Pamboang; Kades Adolang Dhua, Burhanuddin; tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
Saat ditemui usai meresmikan jembatan gantung perintis Garuda, Dandim Majene, Letkol Czi Aji Setyawan mengatakan bahwa
Jembatan gantung dengan panjang 70 meter ini merupakan program Presiden Prabowo yang dikerjakan oleh TNI AD, khususnya personel Kodim 1401 Majene bersama masyarakat Adolang Dhua.
“Kami perhatikan, sungai Adolang Dhua yang membelah Dusun Siiyang dan Dusun Panawar jika musim hujan airnya meluap sehingga masyarakat susah untuk menyeberang. Akibatnya, perekonomian terhambat dan anak usia sekolah terhalang pendidikannya,” tandas Letkol Czi Aji Setyawan.
Olehnya itu, terbangunnya jembatan gantung akan bermanfaat bagi masyarakat, walau kapasitasnya terbatas sebab hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Kepala Desa Adolang Dhua, Burhanuddin, saat disambangi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada TNI AD, khususnya Kodim 1401 Majene yang telah membangun jembatan gantung perintis Garuda.
“Sehingga, akses masyarakat untuk menjalankan aktivitasnya, baik lintas dusun atau lintas perkotaan bisa mudah dan lancar,” ujar Burhanuddin yang akrab disapa Udin Janggo ini.
Masyarakat Dusun Siiyang pun merasa bersyukur dengan terbangunnya jembatan karena sebelumnya sangat sulit untuk menjajakan hasil pertanian jika panen karena harus berhari-hari menunggu surutnya air jika sungai kebanjiran. (Jufri)
Editor: Ilma Amelia
