Rapat kerja RSUD Andi Depu dengan DPRD Polewali Mandar.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Depu Polewali Mandar, dr. Irwandi Muis, menyebutkan jika layanan hemodialisa di rumah sakit terkendala oleh terbatasnya sarana dan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM).
Hal itu disampaikan langsung oleh dr. Irwandi dalam rapat kerja bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar di ruang rapat komisi, Selasa (28/7/2026).
“Masih membutuhkan pengembangan, khususnya penambahan tempat tidur,” ujar dr. Irwandi.
Saat ini, RSUD Andi Depu baru melayani tiga tempat tidur, sedangkan antrean pasien hemodialisa di Polewali Mandar sudah mencapai sekitar 40 orang.
Selain itu, untuk melakukan penambahan layanan tersebut harus ada penambahan SDM. Menurut dr. Irwandi, sudah ada perawat yang mengikuti pelatihan hemodialisa di Makassar hingga bulan depan.
“Ada dua orang yang mengikuti pelatihan. Jadi, mungkin setelah itu kita bisa menambah layanan cuci darah,” kata dr. Irwandi.
Ia menerangkan, sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan, rumah sakit tipe B memang diharapkan masing-masing berfokus pada satu layanan unggulan. Namun, dengan tidak mengesampingkan layanan-layanan lainnya.
RSUD Andi Depu sendiri telah menjalankan hampir semua layanan unggulan yang ditawarkan oleh kementerian. Contohnya, urologi dan nefrologi.
Untuk itu, RSUD Andi Depu kedepan akan berfokus pada pengembangan layanan unggulan.
“Kami melihat angka stunting di Polewali Mandar masih cukup tinggi. Oleh karena itu, kami akan lebih fokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Namun, tentu tidak mengesampingkan layanan lainnya,” ucap dr. Irwandi.
Sementara itu, Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, meminta agar pengurusan pembelian lahan untuk penambahan ruangan rumah sakit bisa diselesaikan tahun ini.
“Kalau memang memungkinkan, selesaikan tahun ini. Selesaikan dulu persoalan lahannya,” tutur Fahry.
Terkait pengembangan selanjutnya, Direktur RSUD Andi Depu memiliki kewenangan untuk memikirkan bagaimana pembangunan tersebut akan dilanjutkan, apakah melalui dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) atau mengharapkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pemerintah pusat.
Soal pelayanan, Fahry menilai masih banyak yang perlu ditingkatkan, termasuk penambahan ruangan.
“Kalau memang Rumah Sakit Andi Depu membutuhkan pengembangan yang sangat besar, hal tersebut harus segera dilakukan,” tukas Fahry.
Saat ini, tambah Fahry, banyak orang mencari pelayanan di RSUD Andi Depu. Bukan hanya masyarakat Polewali Mandar, tetapi juga masyarakat dari luar daerah.
Kalau rumah sakit tidak dikembangkan, akan sangat disayangkan karena potensi sumber pendapatan yang bisa diperoleh BLUD RSUD Andi Depu akan terbuang. (ilm)
