Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, tengah berbicara dalam dialog yang diselenggarakan di Dominos Cafe.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Manda, Fahri Fadly, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam dialog bertajuk “Membangun Polman dari Luar Pemerintahan” yang digelar di Dominos Cafe Madatte, Kecamatan Polewali, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh pejuang Sulawesi Barat, Syahrir Hamdani; Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahri Fadly; Wakil Ketua Komisi I DPRD Polewali Mandar, Ilham; Kepala Dinas Kominfo Polewali Mandar, Andi Himawan; Kasdim Polewali Mandar, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Polewali Mandar, organisasi kepemudaan, aktivis, serta mahasiswa.
Dalam dialog tersebut, Fahry menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Fahry, setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan daerah membutuhkan dorongan dan partisipasi semua pihak. Saya sepakat dengan tema dialog ini, apalagi banyak dihadiri oleh aktivis dan mahasiswa. Ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun Polman,” kata Fahry.
Ia menilai, Polewali Mandar memiliki potensi besar melalui sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Namun, potensi tersebut harus diperkuat dengan ruang dialog dan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, pemuda, serta kelompok kritis.
“Kita harus duduk bersama menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Pembangunan tidak akan berjalan tanpa dukungan masyarakat. Forum seperti ini menjadi salah satu cara membantu pemerintah dalam menjalankan pembangunan,” ujar Fahry.
Selain membahas kolaborasi pembangunan, Fahri juga menyoroti persoalan tata ruang dan lingkungan, khususnya terkait pembangunan perumahan yang belum sepenuhnya memperhatikan sistem drainase dan daerah resapan air.
“Banyak perumahan yang dibangun sejak dahulu tanpa memperhatikan drainase dan resapan air. Dampaknya sekarang menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah daerah,” ungkap Fahry.
Sementara itu, Direktur Skor News, Awi Mandar, mengatakan jika kritik dari masyarakat maupun media harus menjadi bagian dari proses pembangunan, bukan dianggap sebagai ancaman.
Menurut Awi, kritik merupakan instrumen penting untuk memperbaiki kebijakan dan pelayanan pemerintah.
“Pemerintah terkadang salah memahami kritik. Padahal kritik adalah bagian penting dalam pembangunan, baik yang disampaikan aktivis maupun media,” jelas Awi.
Kepala Dinas Kominfo Polewali Mandar, Andi Himawan, menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan masyarakat.
“Pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Kami telah menyiapkan layanan yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya,” pungkas Himawan. (rls)
Editor: Ilma Amelia
