Gubernur Sulawesi Barat SDK didamping Bupati dan Wakil Bupati Majene berpose bersama para penerima bantuan ternak
Majene, mandarnews.com – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) menyerahkan bantuan kepada peternak di Kabupaten Majene. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Lingkungan Leppe Barat Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur, Selasa (25/8/2026). Kehadiran gubernur disambut Bupati Andi Sukri Tammalele (AST) dan Wakil Bupati Majene, Andi Ritamariani Basharoe.
Pada kesempatan ini, SDK mengaku sangat ingin membangun daerah ini dengan harapan yang sangat tinggi, ingin menyelesaikan infrastruktur, memperbaiki jalan yang rusak, memperbaiki sekolah agar masa depan anak-anak terjamin. Bahkan ia ingin agar pelayanan kesehatan lebih baik, termasuk sumber pendapatan masyarakat.
Hanya saja, kata dia, tidak semua harapan itu bisa terwujud karena keterbatasan anggaran saat ini. Lantas ia menyebut bahwa bahkan bupati majene kemarin hanya mampu membayar tiga bulan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sementara Gubernur Sulbar sepuluh bulan.
“Kemudian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Kabupaten Majene juga tidak mampu ia bayarkan, Gubernur Sulbar masih mampu bayar tujuh bulan,” tambahnya.
SDK menyampaikan bahwa begitu sulitnya pemerintah sekarang dalam penganggaran. Namun di balik kesulitan ada kemudahan.
“Berkat perjuangan alhamdulillah Majene dapat tambahan Rp200 M untuk belanja pemenuhan gaji PPPK dan TPP. Dengan demikian persoalan pegawai semua sudah selesai, bahkan di Provinsi Subar persoalan pegawai sudah selesai seluruhnya bahkan kami tambahkan PPPK empat bulan,” ungkap SDK.
Demikian pula layanan kesehatan masyarakat. SDK mengatakan bahwa gubernur dan bupati di enam kabupaten berkomitmen agar semua institusi kesehatan yang berada di Sulbar wajib melayani masyarakat dengan baik.
“Alokasi anggaran jika tidak cukup akan dibantu sebahagian oleh provinsi. Kita saling menopang. Jika ada kabupaten kurang mampu kita topang dan itulah kehadiran provinsi,” sebut SDK.
Sementara mengenai alokasi anggaran kambing. Kata SDK, tahun lalu sangat besar porsinya karena melihat di Mandar ini utamanya Polman dan Majene, peternak kambingnya ahli, jika diberi kambing bagus maka hasilnya bagus.
“Suhardi Duka pernah menyalurkan kambing, saat itu masih aktif sebagai Anggota DPR RI, dan kambing yang saya salurkan diprotes karena kambing tersebut merupakan bibit kambing yang kurang bagus (kambing kacang) dan bibit tersebut adalah bibit dari kementerian.”
“Sekarang bibit kambing yang dibagikan ke kelompok adalah bibit pilihan gubernur, walau tahun ini anggarannya berkurang dibanding tahun lalu, namun kami tetap mengalokasikan walau kemampuan hanya 16 kelompok ternak, dan untuk tahun depan Majene kami akan tambah menjadi 30 kelompok,” tutupnya.
Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP), H.Hamdani Hamdi, S.IP., M.Si., melaporkan bahwa tahun ini ada 16 kelompok tani ternak yang tersebar di lima belas desa dan kelurahan di enam kecamatan. Jumlah kambing yang akan disalurkan sebanyak 304 ekor. Jika dirupiahkan mencapai RP1,5 M. Bantuan ternak ini dilengkapi dengan obat-obatan, vitamin, dan pakan ternak.
Selain kelompok ternak kambing, kelompok ternak ayam petelur juga menerima bantuan ayam petelur sebanyak 220 ekor beserta pakannya 6.600 kg. (Jufri)
