Kepala Pusat PPUK Perpusnas, Dra. Nani Suryani, saat memberikan sambutan di pembukaan Festival Literasi Polewali Mandar 2026.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus (Pusat PPUK) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Dra. Nani Suryani, meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar meningkatkan angka Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
Hal tersebut disampaikan oleh Nani Suryani di depan Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, saat menghadiri pembukaan Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar di Sport Centre Madatte, Kecamatan Polewali, Rabu (16/9/2026).
“Berdasarkan hasil kajian tahun 2025, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Sulawesi Barat berada pada angka 25,72. Sementara itu, Kabupaten Polewali Mandar berada pada angka 0,2. Pak Bupati, saya mohon agar kedepan hal ini menjadi salah satu bahan evaluasi. Mari kita jadikan peningkatan IPLM sebagai gerakan bersama,” sebut Nani Suryani.
Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) berada pada angka 59,48 dan masuk dalam kategori rendah.
Dua indikator inilah yang menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah, khususnya di bidang perpustakaan.
“Walaupun kontribusinya hanya sekitar 5 persen, jika 5 persen tersebut tidak terpenuhi, tentu capaian 100 persen juga tidak akan tercapai, ya. Oleh karena itu, kami mohon dukungan untuk meningkatkan kedua indikator tersebut,” ucap Nani Suryani.
Dirinya menyampaikan, berdasarkan hasil evaluasi di Perpusnas, terdapat tiga akar persoalan utama yang perlu menjadi perhatian bersama.
Pertama, kelengkapan data perpustakaan dan integrasi data yang belum berjalan secara optimal. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Polewali Mandar ataupun lintas organisasi perangkat daerah (OPD) belum sepenuhnya terdokumentasi dan terdata dengan baik.
“Oleh karena itu, apabila nantinya terjalin kolaborasi dan sinergi, termasuk dengan melibatkan para relawan literasi masyarakat, insya Allah capaian IPLM ini dapat meningkat secara signifikan. Dengan demikian, nilainya tidak lagi berada pada angka 0,2, tetapi dapat meningkat lebih baik,” tutur Nani Suryani.
Kemudian yang kedua, tambah Nani Suryani, adalah koordinasi lintas OPD yang masih berjalan sendiri-sendiri. Artinya, ego sektoral masih cukup tinggi.
Tapi, Nani melihat kalau di dalam penyelenggaraan Festival Literasi Polewali Mandar, kolaborasi antar OPD sudah luar biasa.
Nani menekankan, IPLM dan TKM merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam merealisasikan misi pembangunan daerah. Kedua indikator tersebut merupakan akumulasi kinerja pemerintah daerah secara kolektif, bukan semata-mata menjadi beban dinas terkait.
“Karena itu, sinergi program antar lembaga perangkat daerah sangat mutlak diperlukan,” beber Nani Suryani.
Lalu yang terakhir, dukungan Perpusnas terhadap program literasi di Polewali Mandar yang disertai komitmen untuk terus mensupport sesuai dengan ketentuan.
Sejak beberapa tahun lalu, Perpusnas telah memberikan bantuan berupa dua unit mobil perpustakaan keliling dan satu unit motor perpustakaan keliling untuk memperkuat budaya baca masyarakat.
Perpusnas juga telah menetapkan 11 lokus desa dan kelurahan sebagai mitra program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Terdapat pula bantuan bacaan bermutu di 13 lokasi, yang meliputi desa, kelurahan, taman bacaan masyarakat, dan rumah ibadah, yang turut disalurkan ke pondok pesantren, lembaga pemasyarakatan, komunitas, bahkan perguruan tinggi.
Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, mengemukakan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga bagaimana bisa belajar, memahami informasi, memiliki keterampilan, dan mampu mengambil keputusan.
“Hal yang paling penting adalah bagaimana manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan oleh masyarakat kita. Bagaimana kita bisa hadir untuk memberikan edukasi dan informasi, sehingga kita dapat bersama-sama membangun masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar,” tukas H. Samsul Mahmud.
Menurut H. Samsul Mahmud, tantangan peningkatan IPLM dan TTM di Polewali Mandar adalah angka kemiskinan yang masih cukup tinggi. Demikian pula angka stunting yang masih berada di atas rata-rata.
“Salah satu indikator yang perlu menjadi perhatian adalah kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, saya kira kegiatan hari ini sangat relevan. Kami membutuhkan dukungan, terutama dalam penguatan literasi dan minat baca masyarakat. Dengan demikian, generasi muda di Kabupaten Polewali Mandar dapat semakin maju dan siap menghadapi berbagai perubahan serta tantangan zaman,” beber H. Samsul Mahmud.
Festival Literasi Polewali Mandar sendiri berlangsung selama tiga hari, yaitu Rabu-Jumat (16-18/9/2026) di Sport Centre Madatte, yang menampilkan berbagai macam stan dari OPD, komunitas literasi, instansi-instansi, kampus, hingga organisasi jurnalis. (ilm)
