Polhukam

Hari Lahir Pancasila Diperingati Secara Virtual, Pejabat dan Forkopimda Kompak Gunakan Pakaian Adat

Bupati Majene bersama Forkopimda mengikuti peringatan hari jadi Pancasila dengan pakaian adat, Selasa (1/6) di ruang rapat Wakil Bupati Majene. 

Majene, mandarnews.com – Hari lahir Pancasila yang setiap tahun diperingati pada 1 Juni kembali dilakukan.

Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dua tahun belakangan ini hari lahir Pancasila hanya diperingati secara virtual dengan protokol kesehatan (prokes).

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran penularan Covid-19 sehingga kegiatan yang melibatkan banyak orang tidak dilakukan.

Untuk Kabupaten Majene, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kompak menggunakan pakaian adat dalam mengikuti peringatan hari jadi Pancasila yang digelar secara virtual, Selasa (1/6) di ruang rapat Wakil Bupati Majene.

Bupati Majene Lukman, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majene Salmawati Djamado, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1401 Letnan Kolonel Infantri Letkol Inf Yudi Rombe, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Majene Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Irawan Banuaji, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Majene Suyuti Marzuki, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Andi Amran, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Majene H. Rustam mengikuti rapat peringatan hari lahir Pancasila yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/6).

Jokowi yang bertindak sebagai inspektur upacara hadir secara virtual melalui Istana Kepresidenan Bogor. Jokowi mengenakan baju adat dari Kabupaten Tanah Bumbu.

Presiden Jokowi dalam pidato singkatnya mengajak untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat dan berbangsa.

“Apalagi tantangan yang dihadapi saat ini tidak ringan, dimana perkembangan globalisasi dan interaksi di belahan dunia tidak serta merta menyatukan pandangan, termasuk rivalitas dan kompetensi yang mengganggu nilai-nilai dan ideologi bangsa,” ujar Presiden.

Untuk itu, lanjut Kepala Negara, dalam menghadapi semua persoalan bangsa, pendalaman nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara yang biasa namun diperlukan cara luar biasa.

Presiden juga meminta seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu bergerak aktif dan memperkokoh nilai-nilai Pancasila.

Dalam upacara tersebut bertindak sebagai perwira upacara Brigadir Jenderal Tentara Nasional Indonesia (Brigjen TNI) Novi Helmy Prasetya yang saat ini menduduki jabatan Kepala Staf Komando Garnisun I Jakarta.

Sedangkan bertindak sebagai komandan upacara adalah Kolonel Infantri Muhammad Imam yang kini menjabat Asisten Operasi Pasukan Pengaman Presiden.

Upacara hari lahir Pancasila ini juga diikuti perwakilan TNI-Polri, tenaga kesehatan, hingga pelajar. Terlihat juga jajaran menteri yang turut hadir dalam upacara ini. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu dilanjutkan dengan mengheningkan cipta.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo bertugas membacakan Pancasila. Sedangkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani membacakan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
(Mutawakkir Saputra)

Editor: Ilma Amelia

Leave a Comment