Kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Pokkang, Kamis (13/8/26 ).
Mamuju, mandarnews.com — Rendahnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di sejumlah wilayah Kabupaten Mamuju mendorong tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju, yang terdiri dari Ajeng Hayuning Tiyas, S.ST., M.Keb., Idayati, SKM., M.Kes., dan Wahida, S.ST., M.Keb., untuk melakukan edukasi dan pemberdayaan masyarakat di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Pokkang, Kamis (13/8/26 ) ini mengangkat upaya peningkatan pengetahuan dan minat Pasangan Usia Subur (PUS) terhadap penggunaan kontrasepsi MKJP, serta pemberdayaan kader dalam melakukan KIE KB menggunakan media bantu Roda Klop dan ABPK (Alat Bantu Pengambilan Keputusan) KB. Kegiatan melibatkan Pemerintah Desa Pokkang, Puskesmas Beru-Beru, PLKB, bidan, kader KB, kader Posyandu, serta masyarakat.
Ketua tim pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa salah satu tantangan dalam peningkatan penggunaan MKJP adalah masih beredarnya mitos dan informasi yang kurang tepat mengenai kontrasepsi, khususnya terkait efek samping dan keamanan MKJP.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan informasi yang benar kepada masyarakat sehingga PUS dapat menentukan pilihan kontrasepsi berdasarkan pengetahuan yang memadai, kondisi kesehatan, kebutuhan, dan pilihan masing-masing,” ungkap ketua tim pelaksana.
Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas unsur Pemerintah Desa Pokkang, Puskesmas Beru-Beru, PLKB, bidan, kader KB, kader Posyandu, dan wanita usia subur. Peserta mendapatkan edukasi mengenai program KB, MKJP, mitos dan fakta tentang kontrasepsi, penapisan kriteria kelayakan medis dengan Roda KLOP serta konseling KB menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) KB.
Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, penayangan video, roleplay, demonstrasi, dan simulasi. Pendekatan tersebut dirancang agar kader tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan dalam memberikan informasi dan konseling kepada masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan.
Selain edukasi, tim PKM juga menyerahkan dua buah ABPK dan 25 buah Roda KLOP kepada mitra. Alat bantu tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan oleh kader dan tenaga pendamping dalam memberikan KIE dan konseling KB kepada PUS di Desa Pokkang.
“Kami tidak ingin kegiatan berhenti pada pelatihan satu hari. Kader yang telah mendapatkan pelatihan selanjutnya akan didampingi dalam memberikan KIE dan konseling kepada PUS. Calon akseptor yang berminat menggunakan MKJP akan difasilitasi untuk memperoleh pelayanan di Puskesmas Beru-Beru,” jelas ketua tim pelaksana.
Pendampingan kader tersebut menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi untuk melihat penerapan keterampilan kader sekaligus memantau proses penjaringan calon akseptor MKJP.
Melalui kegiatan ini, tim PKM berharap terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai MKJP sekaligus perubahan persepsi terhadap kontrasepsi jangka panjang. Masyarakat diharapkan dapat memilih metode kontrasepsi secara sadar dan sukarela berdasarkan informasi yang benar serta hasil konseling dan penilaian kelayakan medis oleh tenaga kesehatan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader KB, PLKB, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan KB yang berkualitas serta berkontribusi terhadap peningkatan cakupan penggunaan MKJP di wilayah Kabupaten Mamuju. (Ptr/rls)
