Pada kegiatan ini telah dibagikan 45 Maggot Composter pada warga yg hadir sbg solusi penanganan sampah organik di lingkungan.
Mamuju, mandarnews.com – Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Mamuju melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Kepala Keluarga tentang Pengelolaan Sampah dengan Metode Maggot Composter dan Ecobrick di Wilayah Pegunungan Desa Batupannu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju. Ketua Tim pengabdian masyarakat, Fajar Akbar, M.Kes mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri, ramah lingkungan dan berkelanjutan.Menurutnya, pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, tim pengabdi memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, meliputi pemilahan sampah organik dan anorganik serta pemanfaatannya menjadi produk yang bernilai guna. “Masyarakat diperkenalkan dengan metode Maggot Composter sebagai solusi pengolahan sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) yang mampu mempercepat proses dekomposisi sekaligus menghasilkan pupuk organik,” sebut Akbar, M.Kes, bersama pelaksana kegiatan lainnya, Miftah Chairani, M.Kes dan Abdul Ganing, SKM, MPH. Selain itu, masyarakat juga memperoleh pelatihan mengenai pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, yaitu botol plastik yang diisi padat dengan limbah plastik sehingga dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bangunan atau produk kreatif yang bernilai ekonomi.Selanjutnya, pada tahap kedua, dilakukan pendampingan secara langsung kepada masyarakat dalam proses pembuatan ember maggot composter dan ecobrick. “Pendampingan ini bertujuan memastikan peserta mampu menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh menjadi keterampilan praktis, mulai dari merakit ember komposter, mengoperasikan media budidaya maggot, hingga membuat ecobrick sesuai standar kepadatan yang baik,” ungkap Akbar. Akbar berharap melalui kegiatan praktik ini, masyarakat tidak hanya memahami konsep pengelolaan sampah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengimplementasikannya secara mandiri di lingkungan rumah tangga.Dirinya juga berharap melalui kegiatan ini terbentuk perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan, mampu mengurangi volume sampah organik maupun anorganik yang dibuang ke lingkungan, serta menciptakan lingkungan Desa Batupannu yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program ini juga mendukung penguatan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif sehingga pengelolaan sampah dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh masyarakat setempat. (Ptr/rls)
