Kesehatan

Dinkes Majene Jemput Bola, Ratusan Pelaku Pasar Divaksin

Pelaku pasar menunggu antrian pemeriksaan sebelum dilakukan penyuntikan vaksin  pencegahan penularan Covid-19, Selasa (8/6) di Pasar Sentral Majene. 

Majene, mandarnews.com – Sebanyak 187 pelaku pasar di Pasar Sentral Kabupaten Majene telah divaksin untuk penyuntikan tahap pertama.

Pemberian vaksin terhadap pelaku pasar dipusatkan di halaman depan Pasar Sentral Majene, Selasa (8/6).

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Majene Nasfah Rahim, inovasi pemberian vaksin terhadap pelaku pasar dilakukan Dinkes Majene berkolaborasi dengan anggota Tentara Nasional Indonesia-Kepolisian Republik Indonesia (TNI-Polri).

“Kita imbau kepada pelaku pasar dengan bantuan TNI-Polri untuk datang kemari melakukan vaksinasi hari ini,” jelas Nasfah saat tengah memantau pelaksanaan vaksinasi.

Nasfah menjelaskan, semua pelaku pasar menjadi target atau sasaran pemberian vaksin.

“Tidak hanya warga Majene, tapi juga pelaku pasar yang berasal dari luar Majene semua kami vaksin. Mereka kan berjualan di pasar sini jadi kita vaksin juga bagi yang mau dan memenuhi syarat,” ujar Nasfah.

Belum ada data terkait total jumlah pelaku pasar di Pasar Sentral Majene yang menjadi sasaran, tetapi pihaknya sudah meminta kepada kepala pasar untuk segera diberikan.

Nasfah menyampaikan, pemberian vaksin yang dipusatkan di Pasar Sentral Majene hanya akan dilakukan sehari, selebihnya bisa mendatangi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) masing-masing atau Puskesmas Banggae I yang ada dekat pasar, begitupun dengan pemberian vaksin tahap kedua atau pelaku pasar yang belum terakomodasi pada tahap awal.

“Tapi tetap kita lihat hasil evaluasi kegiatan hari ini, jika memungkinkan maka kami juga akan meminta kepada pihak Puskesmas yang ada di masing kecamatan untuk melakukan vaksinasi di pasar,” tandas Nasfah.

Ia pun berharap, dengan dilakukannya pemberian vaksin secara jemput bola terhadap pelaku pasar di Pasar Sentral Majene, capaian pemberian vaksin terhadap pelayan publik meningkat, apalagi ketersediaan vaksin hingga saat ini masih memadai.

Dalam kegiatan ini, tidak hanya pelaku pasar yang diakomodasi tapi juga masyarakat umum yang ingin untuk divaksin tapi dalam skala kecil.

Proses pemberian vaksin terhadap pelaku pasar pun berjalan lancar. Hanya saja kegiatan tersebut terganggu dengan bau menyengat dari tempat sampah.

Padahal Dinas Kebersihan setempat telah melakukan pengangkutan sampah namun bau dan sisa-sisa genangan air dari sampah masih bertahan dan sangat menyengat. (Mutawakkir Saputra)

Editor: Ilma Amelia

Leave a Comment