Banjir yang melanda pemukiman di Binuang, ketinggian air bahkan sampai perut orang dewasa.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menyebabkan sungai meluap dan merendam pemukiman warga, Rabu (20/6/2026).
Bahkan, di salah satu titik terparah, yaitu jalan masuk ke SMP Negeri 1 Binuang, ketinggian air bahkan mencapai perut orang dewasa.
Selain merendam rumah warga, luapan air sungai berwarna kecokelatan juga menggenangi ruas jalan lintas provinsi hingga menyebabkan arus lalu lintas sempat lumpuh.
Akibatnya, sejumlah pengendara yang melintas terpaksa berhenti dan berjalan perlahan karena derasnya arus banjir. Bahkan, beberapa sepeda motor mengalami mogok saat mencoba menerobos genangan air. Warga setempat pun terlihat membantu pengendara agar tidak terjatuh maupun terbawa arus.
Sementara itu, beberapa kendaraan roda empat berukuran kecil memilih menunggu banjir surut demi keselamatan dan tidak melanjutkan perjalanan.
Sahabuddin, salah seorang pengendara mobil asal luar daerah, mengaku memilih menghentikan perjalanan karena khawatir kendaraan miliknya terseret arus ataupun mogok di tengah banjir.
“Saya memilih menunggu dulu sampai agak surut karena airnya cukup deras dan tinggi. Takut mobil mogok atau terbawa arus karena kondisi jalan tidak kelihatan,” ujar Sahabuddin.
Pemukiman warga di sekitar bantaran Sungai Binuang pun tidak luput dari serbuan banjir. Puluhan rumah warga terdampak, bahkan satu bangunan sekolah ikut terendam banjir.
Salah seorang warga terdampak bernama Mansur mengatakan jika banjir kali ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai selama beberapa jam.
“Barang-barang di dalam rumah banyak yang tidak sempat diamankan karena banjir datang tiba-tiba. Air naik sangat cepat,” kata Mansur.
Karena ketinggian air yang mencapai perut orang dewasa, warga yang hendak masuk ke perkampungan bahkan harus berjalan kaki menembus banjir.
Walaupun tidak memakan korban jiwa, warga di sekitar bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat cuaca buruk dan hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Polewali Mandar dan sekitarnya. (rls)
Editor: Ilma Amelia
