Sosialisasi Tefa berlangsung di SMK Negeri 1 Majene, Senin 20 Juli 2026
Majene, mandarnews.com – SMK Negeri 1 Majene kembali mengadakan sosialisasi Teaching Factory (Tefa) dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM)dan Koding & Kecerdasan Artificial (KKA).
Sosialisasi ini mendatangkan narasumber dari Dinas Pendidikan dan Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Kelautan dan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) Gowa, serta dari mitra sekolah yakni Luthfia Butik Makassar.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Kepala UPTD SMKN 1 Majene, Sitti Nasrah, S.Pd, M.Pd. Dalam sambutannya ia berharap agar Kegiatan Sosialisasi ini bisa diikuti dengan maksimal oleh para guru, sebagai langkah awal dalam mengimplementasikan Sekolah model dengan terpilihnya SMK Negeri 1 Majene sebagai sasaran penerima program bantuan dari pemerintah.
Sebanyak 50 Guru mengikuti kegiatan ini, baik mereka yang mengajar mata pelajaran umum maupun yang mengajar mata pelajaran kejuruan. Karena Program ini harus dipahami secara merata oleh seluruh guru sehingga semua guru di SMK Negeri 1 Majene diharapkan mengikuti sosialisasi pada hari pertama.
Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Kabid SMK Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Hidayat, yang dalam arahannya menekankan pentingnya sekolah untuk memfasilitasi peserta didik dengan pengalaman yang sama dengan yang ada di industri. Sehingga murid pada saat menyelesaikan pendidikannya di SMK dan memasuki dunia kerja sudah terlatih dengan pola kerja di industri. Dan dalam penyusunan kurikulum satuan pendidikan agar selalu diperbaharui setiap tahun mengikuti perkembangan di dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat dan industri sebagai stakeholder pendidikan.
Kegiatan sosialisasi ini terbagi dalam 2 tahap, yakni kegiatan sosialisasi secara menyeluruh terhadap warga sekolah, dan tahap keduanya dengan sistem workshop.
Pada kegiatan workshop nanti pesertanya berasal dari guru-guru produktif kejuruan. Karena workshopnya akan mengupas masalah-masalah teknis dalam pembelajaran Tefa di jurusan .
Tefa adalah model pembelajaran mengandung sintaks di dalamnya sehingga merupakan hirarki yang apabila akan mengikuti satu materi harus kompeten di materi sebelumnya alias bersyarat. Mata pelajarannya memiliki jenjang yang bersyarat.
Selesai kegiatan pembukaan, materi sosialisai pertama, narasumbernya langsung dari Kabid SMK Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Materi yang dibawakan adalah Konsep Sekolah Model.
Dalam pemaparan materinya, Hidayat menegaskan bahwa sekolah model adalah sekolah berkategori unggul, inovatif dan bersinergi. Sehingga sekolah ini kelak akan menjadi sekolah yang bisa mengimbas praktik baik kepada sekolah-sekolah sederajat di sekitarnya.
Idealnya sekolah model ini memperkuat kemitraan dengan industri yang sesuai kebutuhan, mengembangkan teaching factory, sekolah berbasis data dan alumninya banyak terserap ke dunia kerja.
Sementara itu pemateri kedua, yang dibawakan oleh Thaha, S.Pd, M.Pd, Widyaiswara dari BPPMPV KPTK Gowa, materinya membahas Integrasi Tefa dengan Pembelajaran Mendalam dan KKA.
Pada paparannya Pak Thaha demikian ia akrab disapa mengupas lebih jauh tentang Tefa, Prinsip Utama Tefa, Karakteristik Tefa, Perencanaan Pembelajaran Tefa, langkah-langkah pembelajaran Tefa, dsb.
Menurut Thaha, secara implementasi, dalam pembelajaran jurusan atau produktif, pembelajaran mendalam itu sebenarnya sudah dijalankan dengan baik selama ini. Hanya saja belum terstrukur dan optimal.
Sementara itu dari Mitra Industri SMK menutup sosialisasi hari pertama dengan memaparkan materi tentang Budaya Kerja di Industri yang dibawakan langsung Luthfiyah Jusuf, S.Pd, M.Pd. Selain praktisi dunia usaha dan dunia Industri, Luthfiyah berprofesi sebagai dosen. Ia memaparkan beberapa hal yang harus dipahami murid sebagai budaya kerja yang berlaku di industri, seperti disiplin dan etos kerja, tanggung jawab, kerja sama serta berkomunikasi dengan baik. Semua formula ini sebaiknya dilatihkan pada saat belajar di Tefa, untuk memberikan pembiasaan positif pada murid sebelum mereka bekerja.
Menurut Pokja HI SMK Negeri 1 Majene, kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama 4 hari. Diharapkan kegiatan ini betul-betul bisa dipahami dan dapat diimplementasikan ke depannya apalagi dengan adanya program bantuan pemerintah sebagai Sekolah Model. (Ninab)
