Salah satu jenis alat musik tradisional yang ditampilkan dalam GEMUDAYA, Calong.
Majene, mandarnews.com – Gerakan Muda Berbudaya (Gemudaya) kembali digelar UPTD SMA Negeri 1 Majene Sulawesi Barat (Sulbar). GEMUDAYA ini digelar setiap tahun. Gemudaya kali ini sudah yang ke 4 kalinya.
Melalui GEMUDAYA 4, UPTD SMA Negeri 1 Majene kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berkreasi, serta melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya daerah.
Festival GEMUDAYA sebagai wadah edukatif dan kreatif yang dirancang untuk menanamkan rasa cinta sekaligus kebanggaan terhadap warisan budaya lokal, khususnya tradisi Mandar pada jenjang SMP dan SMA.
Tujuan dari kegiatan adalah menjaga serta melestarikan budaya merupakan keberlanjutan tradisi dan nilai luhur mandar agar tidak tergerus arus modernisasi.
GEMUDAYA 4 berlangsung selama tiga hari. Dimulai Jum’at (21 Agustus 2026) hingga Minggu (23 Agustus 2026) berjalan lancar dan aman. Antusias peserta tak pernah surut selama gelar ini berjalan.
Beberapa peserta didik dari berbagai sekolah turut menyaksikan pertunjukan yang disuguhkan. Pertunjukan dari sanggar seni SMAN 1 Majene berkolaborasi dengan sanggar seni sekolah lain. Mereka menampilkan berbagai kesenian diantaranya, tabuhan musik menggunakan gendang, rebana, calong.
Pertunjukan seni budaya ini juga diselingi dengan suguhan penyampaian materi kebudayaan lokal yang disampaikan H. Ahmad Asdy.
“Anak SMAN 1 Majene punya gagasan yang luar biasa, kegiatan ini harus kita dukung, jika tak sekarang memulainya kapan lagi dan siapa lagi kalau bukan kita,” kata H. Ahmad Asdy.
Kita, lanjut dia, akan ketinggalan saat ini, SMAN 1 Majene sudah memberi contoh agar sekolah lain turut ambil bagian dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan kita.
Habibi Zakwan Zaki, seorang Pelajar SMAN 1 Majene Kelas XII yang juga sebagai Ketua Sanggar Seni Assitalliang mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ruang bagi peserta didik baru untuk lebih banyak mengenal dan memahami budayanya sendiri, seperti tradisi bala tau dan bala batu.
“Tradisi ini masih banyak yang belum mengetahui, nanti setelah hadirnya pemateri hari ini baru mereka mengetahui maksud dan tujuannya,” kata Habibi.
GEMADAYA yang ke 4 diselenggarakan di gedung Assamalewuang. Pada sesi penutupan, Wabup Majene Dr. Hj. Andi Rita Mariani berkesempatan menghadiri dan melaksanakan penutupan secara resmi, Sabtu 21/8/2026.
Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharoe mengapresiasi walau mengakui baru kali ini menghadiri festival GEMUDAYA yang digelar oleh anak-anak SMAN I Majene karena baru mengetahui, padahal sudah yang ke 4 kalinya diselenggarakan.
Ia pun berharap agar ke depan dapat digelar lebih meriah lagi sekaligus dapat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Majene. Ia juga meminta agar melakukan koordinasi dengan dinas terkait yaitu Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan.
Di kesempatan yang sama, Kepala UPTD SMAN 1 Majene, Dr. Muliadi S mengatakan bahwa GEMUDAYA merupakan salah satu kegiatan rutin yang setiap tahun di selenggarakan. Kali ini sudah yang ke empat kalinya.
Penonton bukan hanya murid UPTD SMA Negeri 1 Majene, guru beserta staf pun larut saat menyaksikan kreativitas dan talenta yang ditampilkan oleh masing-masing sanggar seni yang berhasil memukau seluruh tamu undangan.
“Dengan terselenggaranya kegiatan ini tentu tidak terlepas dari kerja keras dan kekompakan seluruh panitia serta pembina Sanggar Assitaliang, Iqbal Salman, yang senantiasa mendampingi dan membimbing para murid dalam mempersiapkan berbagai penampilan,” kata R. Muliadi S.
Usai acara langsung penyerahan Piagam penghargaan kepada sekolah dan komunitas yang turut berkolaborasi dengan kegiatan GEMUDAYA 4 UPTD SMAN I Majene tahun 2026, yaitu Sanggar Seni Malewu SMKN 1 Majene, Sanggar To Mepayung SMPN 3 Majene dan Sanggar Pesona Adi Mandar.(Jufri)
