Aksi saling dorong antara massa aksi dan Satpol PP di Kantor Bupati Polewali Mandar.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Sejumlah mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam SEMARAK Polewali Mandar mengaku menerima tindakan represif dari oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Polewali Mandar, Selasa (5/5/2026).
Massa aksi mengeklaim telah didorong dan ditendang oleh oknum Satpol PP yang menjaga Kantor Bupati Polewali Mandar.
Kericuhan bermula saat massa aksi yang melakukan orasi di depan Kantor Bupati Polewali Mandar berniat untuk masuk ke halaman, Satpol PP yang berjaga pun akhirnya mencegah dengan membentuk barikade di jalan.
Alhasil, aksi saling dorong pun tidak terhindarkan antara massa aksi dan Satpol PP. Saat itulah, tindakan represif yang disebutkan terjadi.
Begitu tiba halaman dan akan memasuki lobi Kantor Bupati Polewali Mandar, lagi-lagi massa aksi dihalangi di depan pintu. Kericuhan pun tidak terhindarkan.
Tidak terima dengan tindakan oknum Satpol PP, massa aksi pun menuntut agar yang bersangkutan meminta maaf secara langsung.
“Kami minta agar dua orang yang disebut oleh teman-teman muncul dan minta maaf,” ujar Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Polewali Mandar, Andi Baraq.
Setelah dua orang oknum Satpol PP yang dimaksud meminta maaf, ketegangan akhirnya mereda.
“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas perlakuan kepada adik-adik mahasiswa. Tadi saya khilaf,” kata anggota Satpol PP bernama Syam. (ilm)
