Ilustrasi air mengalir. (Sumber foto: UNNU)
Polewali Mandar, mandarnews.com – Warga Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, mengeluhkan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wai Tipalayo Polewali Mandar sebab air tak mengalir selama kemarau panjang melanda hingga saat ini.
“Air tidak pernah mengalir. Kami kesulitan mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal sudah mulai hujan tapi air belum mengalir juga,” sebut warga Kelurahan Pekkabata bernama Inal.
Demi mencukupi kebutuhan air, Inal bersama tetangga-tetangganya yang tinggal di salah satu perumahan di Kelurahan Pekkabata itu menempuh berbagai cara untuk mendapatkan air, salah satunya dengan menadah air hujan.
“Semoga air PDAM cepat mengalir lagi. Air ini kebutuhan vital kami yang kami butuhkan setiap hari,” ucap Inal.
Sementara itu, PDAM Wai Tipalayo Polewali Mandar mengakui jika pihaknya sudah tidak mampu melayani pelanggan pasca kemarau berkepanjangan akibat debit air yang semakin mengecil.
“Kami sudah tidak mampu melayani sekitar tiga ribu pelanggan di Kecamatan Polewali ini. Kondisi kemarau memang sangat memengaruhi produksi air,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Wai Tipalayo Polewali Mandar, Zulfikar, kepada awak media melalui sambungan telepon, Selasa (27/10/2026).
Zulfikar menyampaikan, pelanggan PDAM di Polewali Mandar dibagi menjadi beberapa zona. Kecamatan Polewali, Binuang, dan Matakali tergabung dalam zona 1. Khusus untuk Kecamatan Polewali, airnya disuplai dari sumber air yang berada di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi.
“Kondisi penampungan air di Kunyi sekarang sudah nyaris kering. Ada dua instalasi pengolahan air di sana. Satu berkapasitas 10 liter per detik dan satu lagi berkapasitas 20 liter per detik, sekarang pengolahan berkapasitas 10 liter sudah tidak berfungsi dan pengolahan berkapasitas 20 liter hanya bisa menghasilkan 2-3 liter per detik,” kata Zulfikar.
Air bakunya, tambah Zulfikar, diambil dari bendungan di lokasi berbeda yang tidak begitu jauh dari tempat pengolahan.
Setelah diolah, air pun dialirkan melalui pipa ke rumah-rumah ribuan pelanggan di Kecamatan Polewali.
Untuk membantu pelanggan yang membutuhkan air, PDAM Wai Tipalayo
menggunakan mobil tangki. Hal itu juga dilakukan secara bertahap karena tidak mampu melayani semua pelanggan sekaligus.
Zulfikar mengakui, kemarau tahun ini kondisinya paling sulit. Sebelumnya, persoalan air masih bisa ditangani. Namun, sekarang sangat sulit karena airnya sudah tidak mencukupi. (ilm)
