Aksi unjuk rasa oleh SEMARAK di halaman Kantor Bupati Polewali Mandar.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Satu orang mahasiswa yang merupakan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Polewali Mandar diduga dipukul oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung ricuh di Kantor Bupati Polewali Mandar, Kamis (4/6/2026).
Akibatnya, kader tersebut mengalami luka di bagian mulut hingga mengeluarkan darah yang menetes di halaman tempat aksi unjuk rasa berlangsung.
Tidak terima dengan perlakuan represif terhadap kadernya, Ketua GMNI Polewali Mandar, Andi Baraq, meminta untuk bertemu dengan Kepala Satpol PP, Arifin Halim, untuk meminta pertanggungjawaban. Tapi, tidak mendapat respons.
“Aksi jilid I kemarin juga terjadi tindakan represif, hari ini terulang lagi. Apakah Satpol PP tidak ada evaluasi?” ujar Andi Baraq.
Ia menegaskan, GMNI Polewali Mandar akan menindaklanjuti dengan membuat laporan karena dalam proses pengamanan, Satpol PP diduga melakukan tindakan represif terhadap peserta aksi.
Dalam aksi unjuk rasa jilid II ini, SEMARAK masih membawa beberapa isi krusial, seperti penanganan sampah yang dinilai masih semrawut, akses jalan di kecamatan seperti Tutar dan Bulo yang masih sangat butuh perhatian, serta rangkap jabatan yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Polewali Mandar, Nursaid.
Massa aksi pun menuntut untuk bertemu langsung dengan Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, dan tidak menerima perwakilan selain Bupati.

Salah satu spanduk yang dibawa oleh SEMARAK dalam aksi unjuk rasa.
Kepada massa aksi di depan Kantor Bupati, Sekretaris Satpol PP Polewali Mandar, Syarifuddin Wahab, menyampaikan jika Bupati tengah dalam perjalanan dari Kecamatan Tutar.
“Adik-adik tunggulah sebentar, Pak Bupati sementara dalam perjalanan. Informasinya tadi beliau sudah di Wonomulyo, sebentar lagi sampai,” kata Syarifuddin.
Tapi, massa tetap ngotot dan menembus barikade yang dibuat oleh Satpol PP sehingga aksi saling dorong tidak terhindarkan. (ilm)
