Spanduk yang dibentangkan oleh massa aksi di depan Kantor Bupati Polewali Mandar.
Polewali Mandar, mandarnews.com – SEMARAK Polewali Mandar yang terdiri dari gabungan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan membentangkan spanduk bertuliskan “Bupati Penakut” saat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Polewali Mandar, Selasa (5/5/2026).
Spanduk tersebut dipertontonkan sebab Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, belum pernah sekali pun menemui pedemo di setiap aksi unjuk rasa selama dilantik Februari 2025 lalu.
Jenderal lapangan aksi, Debi Akbar, menilai sikap orang nomor satu di Polewali Mandar itu patut menjadi pertanyaan.
“Hal ini menjadi pertanyaan serius, apakah Bupati benar-benar siap membangun Polewali Mandar menjadi lebih baik, jika tidak berani menemui massa aksi?” sebut Debi kepada awak media.
Debi mengemukakan, ini juga menjadi poin penting dalam aksi. Sebab, dalam beberapa kali aksi yang telah dilakukan, Bupati Polewali Mandar tidak pernah hadir menemui massa aksi.
Karena Bupati Polewali Mandar tidak ada di tempat, massa aksi akhirnya diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Nursaid Mustafa.
Kepada media, Nursaid menyampaikan jika penyampaian aspirasi oleh SEMARAK Polewali Mandar seperti hari ini sudah lumayan bagus.
“Memang tadi saya mendapat laporan bahwa ada sedikit hal yang kurang pas. Namun, alhamdulillah teman-teman dari Satpol PP sudah menyampaikan permintaan maaf,” ucap Nursaid.
Dirinya berpendapat kalau permintaan maaf tersebut merupakan bentuk kesadaran bahwa dalam menghadapi kondisi seperti ini harus tetap sabar dan berpikir jernih.
“Dalam penyampaian aspirasi, kami memahami bahwa ini adalah bagian dari dinamika manusia,” tutur Nursaid.
Aksi unjuk rasa SEMARAK Polewali Mandar sendiri menyoroti beberapa hal, di antaranya tingginya angka anak tidak sekolah (ATS), maraknya kasus kekerasan seksual di lingkup pendidikan, praktik rangkap jabatan di lingkup pemerintahan daerah, serta pembuatan drainase dan plat duiker yang menelan anggaran hingga Rp2,5 milyar namun jalan tetap tergenang bila hujan turun. (ilm)
