Dua mahasiswa Unsulbar (berbaju hitam) tengah bersiap melakukan sosialisasi E-Presensi dan LMS-PKL di SMK Negeri 1 Majene, Selasa 14 Juli 2026.
Majene, mandarnews.com – Dengan didampingi dosen pembimbingnya, dua mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan sosialisasi penggunaan E-Presensi dan LMS-PKL yang akan diterapkan di SMK Negeri 1 Majene. Kedua aplikasi ini dibuat oleh kedua mahasiswa Unsulbar sebagai rangkaian tugas akhir studi mereka di Program Studi Informatika Unsulbar.
E-Presensi (elektronik presensi) adalah sistem pencatatan kehadiran digital yang menggantikan metode manual seperti tanda tangan di kertas. Sistem ini biasanya berbasis aplikasi ponsel atau web yang dilengkapi verifikasi lokasi (GPS) dan biometrik (seperti pemindaian wajah), sehingga mencegah kecurangan atau titip absen. Fitur utama e-Presensi meliputi : Validasi Lokasi (Memastikan pengguna berada di area kerja yang sah melalui titik koordinat GPS sebelum melakukan check-in atau check-out), otomatisasi Data (Rekapitulasi jam kerja, keterlambatan, dan lembur dihitung secara otomatis dan real-time, dan integrasi sistem (Sering terhubung langsung dengan sistem penilaian kinerja /e-Kinerja) dan penggajian/payroll atau tunjangan pegawai.
Sementata Learning Management System (LMS) atau sistem manajemen pembelajaran adalah menyajikan cara yang mudah dan efektif bagi pengajar untuk membuat konten pembelajaran dan menyampaikannya pada siswa. LMS juga berfungsi untuk menilai performa siswa dan memantau partisipasi siswa di dalam pembelajaran. Di samping itu, LMS juga mempunyai fungsi untuk mengoptimasikan kemampuan siswa untuk memakai berbagai fitur interaktif seperti forum diskusi dan modul online.
Musyrifah, SPd., MPd., dosen pembimbing kedua mahasiswa tersebut mengatakan bahwa tugas ini bisa dikonversikan sehingga setara dengan skripsi yang berbasis kertas.
Ia menjelaskan, ada beberapa jalur persyaratan lulus bagi mahasiswa selain skripsi, salah satunya adalah menghasilkan karya yang bisa diaplikasikan oleh masyarakat atau mitra. Ada juga publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga publikasi independen.
Mahasiswa bisa memilih jalur apa saja dari yang sudah ditetapkan kampus dalam penyelesaian tugas akhir mereka.
Pada saat presentasi pertama yang dibawakan oleh mahasiswa atas nama Ainun Ijlal menyajikan penggunaan LMS PKL, seluruh dokumen yang dibutuhkan memang sudah terinput dengan baik di dalam aplikasi tersebut, misalnya data peserta PKL, data pembimbing, absensi, serta kegiatan apa yang dilaksanakan murid di industri. Sedangkan Rifki, mahasiswa lainnya, menyosialisasikan tentang penggunaan E-presensi.
UPTD SMKN 1 Majene sebagai sekolah yang mulai menerapkan sistem aplikasi digital berharap aplikasi ini bisa memudahkan warga sekolah dalam melakukan kegiatan Absensi diri pribadi guru dan absensi murid. Hanya saja aplikasi ini membutuhkan tingkat kedisiplinan tinggi dalam pelaksanaannya. Karena E-Presensi ini tdk mentoleransi warga sekolah yang tidak tepat waktu dalam kehadiran di sekolah.
Kepala UPTD SMKN 1 Majene menyambut baik kedatangan mahasiswa dan dosen pembimbing dalam sosialisasi ini. Kepala Sekolah bersiap menerapkan aplikasi ini ke depannya untuk membantu memantau kehadiran guru di sekolah tepat waktu dan menyelesaikan administrasi perencanaan pembelajaran sebelum memulai mengajar. Karena ternyata dalam aplikasi ini juga mengharuskan guru untuk mengupload perencanaan materi ajarnya pada saat akan melakukan kegiatan belajar mengajar.
Sekretaris Pokja Hubungan Industri Rosdiana, S.Pd.I GR., M.Pd, mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa yang menawarkan LMS-PKL. Karena dengan demikian guru dari manapun bisa mengakses dan memantau murid yang sementara PKL di luar daerah. Artinya, kata dia, ini bisa menjadi aplikasi yang diharapkan memudahkan dalam pengawasan dan pemantauan progres PKL di industri. (ninab)
