Pelaksanaan seminar Kesehatan di aula STIKes Bina Bangsa, Kamis (4/6/2026).
Majene, mandarnews.com – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bina Bangsa Majene (BBM) melaksanakan seminar kesehatan memperingati Dies Natalis STIKes BBM ke XXIIÂ dengan Tema “Peran Strategis Pemerintah dalam Percepatan Penurunan Stunting”, Kamis (4/6/26) di aula STIKes Bina Bangsa Majene.
Seminar kesehatan kali ini dihadiri via zoom Wakil Bupati Majene Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharu, M.Pd, serta dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dr. Hj. Nursyamsi R. Hamsah.
Wakil Bupati Majene Andi Rita mengatakan implementasi pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Majene, bisa melihat lebih awal seperti apa gambaran umum Kabupaten Majene seperti hal luas wilayah atau pertumbuhan penduduknya.
Menurutnya, di tahun 2026 pemerintah sudah menyusun satu strategi, dan mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan bersama-sama karena ini melibatkan dari komponen masyarakat.
Sementara itu, memang data stunting untuk beberapa kecamatan di Kabupaten Majene cukup tinggi, sehingga kami berharap kepada teman-teman dari STIKes Bina Bangsa Majene seperti dosen, mahasiswa dan lainnya dapat melihat ini agar bisa mengetahui intervensi apa yang akan dilakukan. Karena kita lihat dari kerja sama yang dilakukan dapat menurunkan angka stunting.
Dirinya berharap agar seminar kesehatan seperti ini dapat dilakukan secara berkala dan edukasi – edukasi seperti ini lah sangat penting untuk disosialisasikan agar menjadi pengingat bagi ibu – ibu dan program-program upaya penurunan angka stunting dapat dilakukan seperti pemberian makanan tambahan, tablet tambah darah dan upaya lainnya dapat dilakukan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat  dr. Hj. Nursyamsi R. Hamsah menyampaikan bahwa dari hasil data dari teman – teman di kabupaten sendiri itu, angka stunting di Kabupaten Majene cukup tinggi.
Sehingga sinergitas antara institusi Dinas Kesehatan Kabupaten, serta Perguruan tinggi, seperti hal yang kita lakukan saat ini sangatlah penting. Dan upaya – upaya itu harus dilakukan bahu – membahu.
“Kita sadari, peran-peran mahasiswa yang melakukan praktek – praktek itu sangat penting sehingga kami minta kepada Ketua STIKes agar pelaksanaan, seperti PKL bisa difokuskan di Majene karena ini sangat membantu. Kita keroyok sama-sama ini perkiraan angka stunting di Majene,” jelas Kadis Kesehatan Sulbar.
Pihaknya sangat berharap agar pelaksanaan seminar seperti ini dapat terus dilakukan.
“Apalagi kita tahu STIKes ini sekolah Kesehatan jadi mahasiswanya harus tetap sehat dan produktif karena sangat membantu pemerintah. Juga berharap agar mahasiswa dapat terus mengupgrade kompetensi melebih yang lain agar mampu bersaing dengan orang luar,” tandasnya kembali.
STIKes juga diharapkan dapat melahirkan tenaga kesehatan sesuai dengan prodinya yang siap pakai dan berdaya saing tinggim
Sementara itu, Ketua STikes BBM YulYulianah Sulaiman menambahkan bahwa Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen bangsa. Penanganannya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, serta masyarakat.
“Tema seminar kita hari ini, “Peran Strategis Pemerintah dalam Percepatan Penurunan Stunting”, sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Melalui seminar ini kita berharap dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai kebijakan, strategi, serta langkah-langkah konkret yang telah dan akan dilakukan pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting, khususnya di Kabupaten Majene dan Provinsi Sulawesi Barat,” jelasnya.
Menurutnya, sebagai institusi pendidikan kesehatan, STIKes Bina Bangsa Majene memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk turut berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus mencetak tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan, termasuk stunting.
“Kami juga berharap seminar ini dapat menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah, sehingga berbagai program kesehatan dapat terlaksana secara efektif dan berkelanjutan.
Kepada para mahasiswa, saya berpesan agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan seminar ini sebagai sarana untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kepedulian terhadap masalah kesehatan masyarakat yang ada di sekitar kita,” imbuhnya.
Diakhir sambutan Yulianah Sulaiman menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia Dies Natalis ke-22 STIKes Bina Bangsa Majene yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. (Ptr)
