Rapat Dinas PUPR dengan DPRD Polewali Mandar.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar, Fahry Fadly, mempertanyakan output pembangunan sarana sanitasi yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Hal tersebut disampaikan oleh Fahry dalam rapat bersama Dinas PUPR di ruang aspirasi, Jumat (24/4/2026).
“Sejauh mana output dari pembangunan sanitasi yang telah dianggarkan oleh pemerintah daerah maupun melalui APBN dalam menyelesaikan persoalan stunting? Karena hal ini memiliki keterkaitan yang erat,” tutur Fahry.
Sementara itu, menurut Fahry, kondisi stunting saat ini persentasenya masih belum jelas, apakah mengalami penurunan atau justru meningkat.
Merespons hal tersebut, Kepala Dinas (Kadis) PUPR Polewali Mandar, Husain Ismail, menguraikan bahwa salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pekerjaan umum adalah terkait akses layanan air minum dan sanitasi.
“Namun, pemenuhan layanan air minum dan sanitasi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas PUPR, tetapi juga melibatkan Dinas Kesehatan serta Dinas Perumahan dan Pemukiman,” beber Husain.
Terkait cakupan layanan air minum, saat ini angkanya sudah berada di atas 80% hingga 90%. Untuk angka pastinya sendiri akan disampaikan berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) karena data tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). (ilm)
