Bupati Mamasa, Welem Sambolangi (kemeja kuning) saat mengunjungi TPA Tandukkalua’.
Mamasa, mandarnews.com – Dalam rangka pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah baru di wilayah Desa Salurano-Malabo, Kecamatan Tandukkalua’, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa mengunjungi langsung lokasi TPA pada Kamis (16/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, didampingi Kapolres Mamasa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Kasat Pol PP.
Welem menyampaikan, Pemkab telah menyiapkan tenaga ahli khusus buat mengolah sampah yang akan dibawa di TPA Salurano-Malabo.
Kunjungan ke pembangunan TPA disebut merupakan langkah serius Pemkab untuk menangani sampah yang ada di Kabupaten Mamasa.
“Selain persiapan launching besok sebagai tanda dimulainya pembangunan pemanfaatan TPA di wilayah ini, pemantauan langsung ini sebagai langkah Pemda dalam percepatan pembangunan TPA agar sampah-sampah bisa tertangani dengan baik karena kita ketahui TPA lama tidak akan difungsikan lagi,” tutur Welem.
Selain menempatkan tenaga ahli khusus, TPA juga akan dikontrol setiap enam bulan untuk mengetahui dampak yang dihasilkan.
“Saya selaku Bupati tidak ingin jika nantinya ada dampak negatif atau merugikan masyarakat akibat sampah yang dikelola di tempat ini. Namun, berikanlah dulu kesempatan kepada pemerintah menjalankannya dan kita akan sama-sama memantaunya,” sebut Welem.
Ia berharap, semua elemen masyarakat mendukung pembangunan ini dan masukan, saran, kritikan, tentu dihargai guna pembangunan yang lebih baik.
“Proses panjang telah dilalui sejak 12 tahun yang lalu di wilayah TPA Malabo-Salurano ini, mulai dari pembebasan lahan, pembangunan, hingga kelengkapan dokumen sudah jadi dan memang tujuan awal Pemda bebaskan tempat ini adalah untuk pengolahan sampah,” ujar Welem.
TPA lama akan dibenahi secepatnya dan ditutup agar tidak menimbulkan dampak sekitarnya, serta bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat nantinya.
Senada dengan hal tersebut, Herry Kurniawan selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup membeberkan, TPA Salurano-Malabo nantinya akan menerapkan sistem sanitary landfill, yakni metode pengelolaan sampah dengan sistem lahan urug saniter yang dinilai lebih ramah lingkungan.
“TPA ini akan kita operasikan dengan sistem sanitary landfill (sistem lahan urug saniter) agar lebih ramah lingkungan dan tidak mencemari pemukiman sekitar,” tutup Heri. (Yoris)
Editor: Ilma Amelia
