Warga Desa Kayuangin, Idris (pakai topi).
Majene, mandarnews.com – Sejak dibangun dan direhab pada tahun 2013 hingga saat ini dengan anggaran yang digelontorkan mencapai Rp100 milyar, Bendungan Kayuangin dinilai tidak berfungsi secara maksimal.
Hal itu disampaikan salah satu warga Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Muhammad Idris, kepada awak media, Senin (10/8/2026).
Muhammad Idris yang juga merupakan demisioner Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Majene 2016-2017, sangat menyayangkan Bendungan Kayuangin yang saat ini tidak berfungsi.
“Para penggarap sawah di Kecamatan Malunda yang bergantung pada bendungan tersebut harus mengurungkan niatnya untuk menggarap sawah karena musim kemarau sehingga debit air di Bendungan Kayuangin sangat kurang,” ujar Idris.
Sebaliknya, jika musim hujan, warga harus patungan membeli bahan bakar untuk mesin agar air bisa mengalir ke sawah.
“Beberapa kali memang Bendungan Kayuangin jebol. Jika direhab pun tetap tidak bisa berfungsi kecuali dengan bantuan mesin,” pungkas Idris. (Hasian)
Editor: Ilma Amelia
