Para guru peserta workshop sedang berdiskuskusi dalam mengisi Form tentang pembelajaran TeFa
Majene, mandarnews.com – Setelah menyelesaikan tahap sosialisasi program bantuan pemerintah terkait Teaching Factory(TeFa). UPTD SMK Negeri 1 Majene Sulawesi Barat lalu melanjutkan kegiatan pada hari kedua dalam bentuk workshop.
Tahap sosialisasi yang menampilkan 5 materi yakni konsep sekolah model oleh Kabid SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Hidayat, Integrasi TeFa dan Pembelajaran Mendalam dan KKA dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Kelautan dan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) Thaha, S.Pd., M.Pd., Materi Ekosistem Pembelajaran Tefa oleh pengawas /Pendamping SMK, Andi Sitti Nur Ani, S.Si, M.Pd, serta Materi Budaya Kerja di Industri oleh Praktisi Industri, Luthfiyah Yusuf, S.Pd, M.Pd.
Dua pemateri terakhir menyajikan materi dalam bentuk zoom karena terkendala hadir di SMK Negeri 1 Majene sebagai lokasi sosialisasi dan Workshop. Ibu Andi -demikian Pengawas/Pendamping SMK ini akrab di sapa- sedang dalam kondisi kurang sehat dan sedang menjalani kontrol di rumah sakit. Meski demikian ia tetap semangat dalam memberikan materi pelatihan via zoom. Tanya jawab juga berlangsung lancar dengan Ibu Andi. Begitu pula dari praktisi industri, Luthfiyah, juga tidak sempat hadir di sekolah.
Workshop yang dilaksanakan pada hari kedua, tanggal 21 Juli 2026, pematerinya masih dari BPPMPV KPTK Gowa, Thaha, S.Pd., M.Pd. Ia memaparkan materi Penyusunan Perangkat Ajar Teaching Factory. Penyajian materi sama menariknya pada hari pertama. Penyampaian materi menarik. Pemateri selalu menyelingi dengan memberikan kuis atau games sebelum memulai kegiatan. Peserta semangat dan enjoy mengikuti workshop.
Kegiatan workshop dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Mulia, S.Pd., M.Si., Kegiatan hari kedua ini berlangsung hingga sore. Selain menerima materi, peserta juga mengerjakan tugas dengan mengisi form yang terkait dengan perangkat ajar teaching factory.
Di akhir kegiatan workshop hari pertama ditutup oleh kepala UPTD. Ia mengharapkan agar form yang sudah dibagi diisi dan dilengkapi dengan baik. Karena workshop ini diharapkan menghasilkan output dokumen yang lengkap yang nanti akan dipergunakan pada saat proses belajar di TeFa. (ninab)
