Sekda Polewali Mandar, Nursaid Mustafa, saat menerima SEMARAK.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Polewali Mandar, Nursaid Mustafa, mengakui bahwa angka anak tidak sekolah (ATS) di Polewali Mandar merupakan yang tertinggi di Provinsi Sulawesi Barat dengan jumlah mencapai 11.193 orang.
“Di momentum hari Pendidikan Nasional 2 Mei kemarin, melalui gerakan kembali bersekolah, kami berhasil mengembalikan 119 anak,” tukas Nursaid saat menerima SEMARAK dalam aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Polewali Mandar, Selasa (5/5/2026).
Nursaid menerangkan, ATS sendiri terbagi menjadi beberapa kategori, di antaranya anak yang tidak pernah bersekolah, anak yang putus sekolah, anak yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, atau anak yang di-drop out (DO) dari sekolah.
Adapun upaya yang telah dilakukan adalah meminta guru di daerah untuk mengawasi serta meminta data dari pemerintah desa mengenai ATS.
“Alasan ATS bermacam-macam, utamanya ekonomi. Jika anak yang bersangkutan mau bersekolah, pemerintah akan membantu, seperti menyiapkan seragam,” beber Nursaid.
Selain ATS, dalam aksi unjuk rasa tersebut, SEMARAK juga menyoroti beberapa isu lain terkait pendidikan di Polewali Mandar, seperti bangunan sekolah yang sudah tidak layak dan akses jalan menuju sekolah yang sulit dilalui.
“Di Limboro, ada sekolah yang hanya memiliki satu murid baru pada tahun ajaran 2025/2026 karena aksesnya sulit. Kalau begini terus, sekolah tersebut terancam ditutup,” ungkap jenderal lapangan aksi, Debi Akbar dalam orasinya.
Disamping itu, kasus dugaan kekerasan seksual yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan juga menjadi salah satu sorotan. (ilm)
